Showing posts with label Destinations. Show all posts
Showing posts with label Destinations. Show all posts

Thursday, August 10, 2017

Kebun Raya Bali, Taman Dambaan Penduduk Kota

Kebun Raya Bali. Nama resminya Kebun Eka Karya Bedugul. Sebetulnya saya mengangankan ada taman super luas di kota saya, seperti di tempat ini. Saya membayangkan bisa tidur-tiduran sambil melihat langit tanpa ada yang memandang aneh ke arah saya. Sambil membaca buku, sambil mengawasi anak bermain, sambil membuka bekal, sambil bersenda gurau berlarian, wihh...sesuatu yang amat mewah bagi saya.

Kebun Raya ini memiliki koleksi 17.000 tanaman dari sekitar 1.700 spesies. Amat menarik dan lebih memanjakan mata jiwa ketimbang berada di dalam sebuah mal. Apalagi letaknya yang berada di ketinggian 1.250-1.450 m dpl. Betapa sejuk menikmati udara biru dan hamparan hijau seluas 157,5 ha. Luar biasa.

Jelaslah bahwa Kebun Raya Bali ini adalah sebuah kebun botani besar di wilayah Kabupaten Tabanan Bali, Indonesia. Wikipedia menjelaskan bahwa kebun ini merupakan kebun raya pertama yang didirikan oleh putra bangsa Indonesia. Dikelola oleh LIPI dan secara terstruktur berada di bawah pembinaan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor? Wah, kalau yang ini saya bisa lebih detil bercerita. Tapi itu nanti, sekarang saya sedang ingin mengagumi Kebun Raya Bali ini dulu...

Nama “Eka Karya” pada Kebun Raya Bali digagas I Made Taman. “Eka” berarti Satu dan “ Karya” berarti Hasil Kerja . Secara lengkap, “Eka Karya” dapat diartikan sebagai Kebun Raya pertama yang merupakan hasil kerja bangsa Indonesia sendiri setelah Indonesia merdeka.

Oh, ya. Kebun raya ini dikhususkan untuk mengoleksi Gymnospermae (tumbuhan berdaun jarum) dari seluruh dunia, karena jenis-jenis ini dapat tumbuh dengan baik di dalam kebun raya.

[caption id="attachment_1733" align="aligncenter" width="513"] Dua anak ini sedang bermain di salah satu sudut Kebun Raya Bedugul, Bali yang luas. (foto: sandra Palupi)[/caption]

Dalam www.rentalmobilbali.net terdapat keterangan bahwa ada beberapa spot menarik di Kebun Raya Bali Bedugul. Sebut saja Candi Bentar, Ramayana Boulevard, Kumbakarna Laga Statue, Roses Garden, Lake Beratan View, Usada Cafe, Traditional Balinese House. Selain itu, terdapat pula aktivitas petualangan yang sangat disukai wisatawan mancanegara terutama anak-anak, yaitu Bali Treetop.

Dari Denpasar, diperlukan jalan darat selama satu setengah jam. Kebun Raya Bali terletak di tengah-tengah Pulau Bali, yakni berada di kaldera bekas gunung berapi.

Kebun Raya Bali ini ramai dikunjungi pada hari Minggu dan hari libur. Adapun harga tiket masuk adalah sebagai berikut:

  • Tiket Masuk Pengunjung Asing  : Rp. 17.000,-

  • Tiket Masuk Pengunjung Domestik : Rp. 9.000,-

  • Tiket Kendaraan Roda 4 Keliling Kebun : Rp. 11.000,-

  • Tiket Parkir Kendaraan Roda 2 (Motor, Sepeda, dll) : Rp. 3.000,-

  • TIket Parkir Kendaraan Roda 4 : Rp. 6.000,-

  • Tiket Parkir Kendaraan Roda 6 (Bus, Truk, dll) : Rp. 11.000,-

  • Tiket masuk sudah termasuk Asuransi Jasa Raharja Distribusi Pemkot


Ah, andai saja terdapat lebih banyak taman semacam ini, pada setiap kota di Indonesia kita. Kebun Raya Bali memanglah pantas menjadi taman dambaan penduduk kota seperti saya.
Read more

Setelah Puas Selfie di Pantai Drini, Pantai Indrayanti Punya Senjanya Sendiri

Dari Pantai Krakal perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Drini. Jarak kedua pantai ini lebih kurang 10 menit dengan kendaraan bermotor. Pantai ini terletak di tengah kampung nelayan, sehingga tampak lebih ramai jika dibandingkan dengan kedua pantai sebelumnya.

Anda cukup membayar parkir Rp2000 saja dan sudah dapat menikmati pantai ini. Berbeda dengan kedua pantai sebelumnya, pasir Pantai Drini lebih halus dan jarak bibir pantainya lebih lebar. Sehingga sangat menyenangkan untuk bermain olah raga pantai seperti sepak bola, voli pantai, atau permainan lainnya.

Yang membuat pantai ini menjadi istimewa dan berbeda dengan pantai lainnya, karena di sini terdapat pulau kecil di bibir pantai yaitu Pulau Drini. Untuk menuju pulau ini, anda harus rela berbasah-basah menyeberang ke pulau walaupun air sedang surut. Jika pasang maka anda harus menaiki tali yang telah disediakan untuk menuju pulau ini.

[caption id="attachment_1708" align="aligncenter" width="640"] Pulau Drini yang melekat dengan Pantai Drini. Unik. (foto: indotravelgo)[/caption]

Pulau karang yang lumayan rimbun dan dipenuhi pepohonan ini, menjadi tempat yang asyik buat berfoto. Baik berlatar belakang pantai di kiri-kanannya atau berlatar lautan di depan serta kampung nelayan di belakangnya. Di sini juga disediakan spot-spot foto yang sangat menarik untuk ditampilkan di sosial media.

Di pantai ini disediakan pondok-pondok untuk tempat melepas lelah. Juga toilet dan kamar bilas untuk mereka yang selesai berenang di laut. Namun karena airnya yang dangkal menjorok panjang ke laut ketika surut, maka jarang yang berenang di pantai ini. Lebih banyak yang berjalan-jalan dan berfoto-foto menikmati keindahan pemandangan Pantai Drini.

Bukit karang pengapit Pantai Indrayanti


Setelah Pantai Drini ada Pantai Indrayanti. Pantai ini adalah pantai yang sangat terkenal dan paling ramai dibandingkan dengan semua pantai yang ada di Wonosari.

[caption id="attachment_1710" align="aligncenter" width="640"] Keramaian pengunjung di Pantai Indrayanti (foto: indotravelgo)[/caption]

Air lautnya yang biru yang langsung menghempas ke pasir putih, membuat Pantai Indrayanti menjadi pantai favorit untuk berenang.

Jika anda datang di hari sabtu atau minggu, maka semua bibir pantai akan dipenuhi oleh pengunjung yang menggelar tikar dibawah tenda-tenda yang disediakan. Pasir pantai ini sangat tebal dan dalam. Jika anda berjalan diatasnya, kaki anda akan tenggelam di dalamnya.

Pantai ini diapit oleh dua bukit karang yang dapat di daki. Keduanya mempunyai pemandangan yang sangat indah. Banyak spot menarik yang telah disediakan oleh pengelola di atas bukit ini. Sehingga jika musim liburan tiba, anda harus antre untuk mendapatkan spot foto yang terbaik.

[caption id="attachment_1711" align="aligncenter" width="640"] Sunset di Pantai Indrayanti (foto: indotravelgo)[/caption]

Jika anda berkunjung ke Pantai Indrayanti, tunggulah matahari tenggelam. Anda akan melihat keindahan sunset yang tidak akan anda dapatkan di pantai-pantai Wonosari lainnya.

Jadi tunggu apalagi? Siapkan diri anda untuk mengunjungi asrinya pantai-pantai tersembunyi di Wonosari.
Read more

Menyibak Surga Tersembunyi di Pantai Krakal

Setelah puas menikmati Pantai Baron, lanjutkan perjalanan anda ke Pantai Krakal. Perjalanan dari Pantai Baron dapat ditempuh sekitar 15 sampai 20 menit saja. Tentu tergantung kecepatan perjalanan anda.

Berbeda dengan Pantai Baron, Pantai Krakal mempunyai bentang yang panjang. Pasir putih menghampar sepanjang pantai layaknya pantai-pantai di Bali. Tidak hanya itu, Pantai Krakal mempunyai surga yang tersembunyi.

[caption id="attachment_1717" align="aligncenter" width="640"] Ombak memecah di Pantai Krakal (foto: indotravelgo)[/caption]

Berjalanlah ke sisi kanan sampai mentok ke ujung. Anda akan menemukan rimbunan pepohonan yang seakan dinding ujung pantai tersebut. Namun, sibaklah pepohonan tersebut dan ikuti jalan setapak yang ada. Dan taraaaa... Anda akan menemukan satu teluk cekungan landai berpasir putih membentuk setengah lingkaran diapit dua bukit yang dapat anda daki.

Berbeda dengan pantai di sebelahnya yang berombak cukup besar. Laut di teluk ini sangat tenang, ombak memecah lembut ke pantai. Jika anda ambil foto lurus dari tengah ke arah lautan, maka pantai ini akan tampak seperti pantai-pantai tersembunyi yang ada di kartu pos atau kalender.

Di pinggiran pantai terdapat beberapa pondok tempat istirahat dan juga satu warung berjualan makanan untuk melepas penat. Karena sepinya, pantai ini seperti milik pribadi. Pengunjung Pantai Krakal kebanyakan datang di pantai utama saja.

Menemukan spot foto ciamik


Setelah itu naiklah ke sisi bukit sebelah kiri. Di atas anda akan menemukan satu pondok di tengah rimbunan perbukitan dengan pemandangan yang menakjubkan. Jika anda cukup berani, ada dua karang yang menjorok ke tengah laut.

[caption id="attachment_1718" align="aligncenter" width="640"] Panorama Pantai Krakal dari udara. (foto: indotravelgo)[/caption]

Tempat ini menjadi tempat favorit untuk berfoto. Tapi berhati-hatilah dalam melangkah dan jangan melihat ke bawah serta terlalu pinggir. Karena karang-karangnya lumayan tajam dan salah-salah anda tercebur ke laut dan dimakan ombak yang suaranya saja membuat nyali menciut.

Dari ketinggian ini anda dapat melihat ke kiri mengukur panjangnya garis pantai dan melihat ke kanan ke teluk tersembunyi yang mempesona.

Untuk mencapai surga tersembunyi dan naik ke bukit ini, lebih bagus pada saat air laut surut. Karena kalau sedang pasang, air laut akan memisahkan kedua tempat ini dengan pantai utama. Anda harus naik tangga yang telah disediakan atau berbasah-basah untuk menuju tempat ini.
Read more

Mampir di Pos Lintas Batas Negara Republik Indonesia-Timor Leste

Mampirlah di Pos Lintas Batas Negara RI-Timor Leste. Tentu hal itu bukan wisata biasa. Sejak tahun 2002, ketika Timor Timur lepas menjadi negara sendiri, maka mulailah dibuat Pos Lintas Batas Negara di antara keduanya.

Kedua negara ini dipisahkan dengan jembatan yang membentang di tepi pantai. Kurnia Yustiana di laman detik travel pernah menuturkan pengalamannya mampir di Pos Lintas Batas Negara RI-Timor Leste. Pos Lintas Batas Negara RI-Timor Leste ini dapat dicapai dengan berkendara sekitar 1 jam dari Atambua.

Sesampai di perbatasan, Anda dapat melihat sebuah gerbang besar. Jika berjalan terus, nantinya Anda akan bertemu jembatan di tepi pantai yang menjadi gerbang resmi perbatasan. Tentunya Anda harus menyiapkan paspor untuk bisa melewati perbatasan.

[caption id="attachment_1714" align="aligncenter" width="640"] Berpose di tapal batas Republik Indonesia - Timor Leste (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Mampir di Pos Lintas Batas Negara RI-Timor Leste tentu sudah cukup, bila Anda memang tidak mempunyai paspor untuk masuk. Namun jika Anda mendapat ijin dan mempunyai paspor, silahkan nikmati perjalanan Anda hingga menapak negara Timor Leste.

Ketahuilah, di Pos Lintas Batas Negara RI-Timor Leste yang terletak di bibir pantai ini, menyajikan pemandangan pantai nan elok. Di seberang jembatan batas negara, terhampar pantai membiru yang memberikan landscape tersendiri.

Nah, apa menariknya wisata di Pos Lintas Batas Negara RI-Timor Leste? Tentu ini berbeda dengan wisata perbatasan antar negara misalnya yang paling terkenal di The Joint Security Area (JSA) dimana di sana ada wilayah yang disebut the Korean Demilitarized Zone (DMZ) antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Wisata Pos Lintas Batas Negara RI-Timor Leste merupakan nostalgia, namun sekaligus juga penerimaan bahwa Anda adalah warga dunia yang saling hormat menghormati. Nostalgia kenangan sejarah panjang baik luka maupun suka masa lalu.

Namun, walaupun alam yang tak jauh berbeda, pemandangan sekarang menjadi berubah. Anda dapat melihat mobil-mobil peninggalan Pasukan UN Ford Everest atau Ford Ranger yang bertuliskan “policia,” sebutan polisi dalam bahasa Portu. Begitu juga, di warung perbatasan, Anda akan temui minuman kemasan kaleng “Sagiko,” minuman import dari Vietnam.
Read more

Sensasi Meditasi Siang Hari di Pantai Atapupu Atambua

Pantai Atapupu di Atambua memang belum termasuk pantai yang populer di kalangan wisatawan. Rasanya, hanya keberuntungan saja yang membuat kita bisa mendengar nama pantai yang satu ini.

Tanpa mengecilkan pantai yang satu ini, namanya memang belum tersohor. Tak heran hanya wisatawan lokal yang dominan mengunjunginya. Namun, pantai yang terletak di daerah Motaain, tepatnya di Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu Atambua Nusa Tenggara Timur ini memberikan pesona alami yang menarik.

Pantai Atapupu memang terbilang relatif sepi jika pada hari-hari biasa. Tapi, suasana pantai yang berdekatan dengan perbatasan Indonesia dan Timor Leste memberikan suasana yang begitu meditatif.

Terpaan angin pantai yang sepoi-sepoi, dengan udara yang terik pada siang hari, dimana kawasan sekelilingnya dihiasi perbukitan gersang, memberikan suasana yang berbeda ketika Anda kunjungi di musim kemarau.

Suasana meditatif


[caption id="attachment_1699" align="aligncenter" width="880"] Pantai Atapupu (foto: indonesiakaya.com)[/caption]

Menurut laman Indonesiakaya.com, Pantai Atapupu bertipikal pantai dengan topografi datar dan dangkal. Untuk itu, pantai ini mempermudah pengunjung berenang dan bermain air sambil menikmati suasana alam pantai. Perpaduan gundukan pasir dengan pepohonan membuat suasana di Pantai Atapupu nyaman walaupun di siang hari begitu terik.

Nah, tidak semua pantai mempunyai suasana yang begitu meditatif. Namun, di Pantai Atapupu suasana menjadi berbeda. Jika sempat, cobalah Anda kunjungi Pantai Atapupu ini pada hari-hari biasa, di siang hari, khususnya di musim kemarau.

Suasana yang sepi, terik, dengan kawasan perbukitan gersang yang mengeliling, membuat Anda merasakan apa yang sering disebut sebagai “Nature contemplation." Anda seakan merasakan kesepian yang menyayat, apalagi teriknya dan gersangnya kawasan sekitarnya memberikan sensasi tersendiri.

Kadang, lolongan anjing lokal seputar pantai memberikan suasana yang menarik. Apalagi, desiran angin dengan duduk di bawah pohon perdu dan asam yang rindang di seputar pantai akan membuat Anda bermenung. Tentu suasana ini terjadi jika Anda mengunjunginya di musim kemarau.

Sepulang dari pantai menuju Atambua, Anda akan disuguhi teriknya perbukitan yang membuat Anda merasakan sensasi berbeda. Kadang, Anda perlu berwisata bukan hanya pada hijau dan rindangnya pepohonan, namun perlu merasakan sensasi sepi dan terik di kawasan Pulau Timor ini.
Read more

Wednesday, August 9, 2017

Ketika Singgah dan Mengagumi Asrinya Pantai Baron di Wonosari Gunung Kidul

Tak banyak yang tahu jika di Yogyakarta terdapat sejumlah pantai yang indah. Jika tidak percaya, datanglah ke Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya daerah Wonosari. Pantai yang pertama, Pantai Baron namanya.

Letak Wonosari tak terlalu jauh dari pusat Kota Yogyakarta. Perjalanan menuju ke sana bisa ditempuh sekitar 1,5 sampai 2 jam dengan kendaraan roda dua atau empat.

Jalanan yang dilalui terbilang mulus. Hijaunya pemandangan persawahan dan perkebunan di kiri dan kanan jalan akan menemani perjalanan anda ke destinasi wisata yang baru berkembang ini.

Jernihnya Sungai di Pantai Baron


Ketika  anda memasuki wilayah Kabupaten Gunung Kidul, maka anda akan disambut oleh gapura besar yang bertuliskan "Selamat Datang di Gunung Kidul". Tak jauh dari gapura tersebut bisa dijumpai penunjuk arah menuju beberapa tempat wisata.

[caption id="attachment_1704" align="aligncenter" width="640"] Perahu-perahu nelayan di Pantai Baron. (foto: indotravelgo)[/caption]

Tidak berapa lama kemudian anda akan tiba di Pantai Baron. Pantai ini tidaklah besar dan garis pantainya juga tidak terlalu panjang. Karena berada di teluk yang diapit dua tanjung karang yang menjorok ke laut.

Ketika sampai di bibir pantai, berjalanlah ke arah kanan. Anda akan dikejutkan dengan sungai yang lumayan besar berair sangat jernih berwarna hijau toska. Saking jernihnya,  kedalaman sungai ini tampak terlihat dengan jelas tanpa perlu berenang ke dalamnya.  Dan yang lebih mengagumkan lagi, air sungai yang sangat deras ini berasal dari celah batu-batu besar di sisi kanan bukit Pantai Baron.

Ada banyak atraksi yang dapat anda lakukan di Pantai Baron ini. Pilihan pertama, Anda dapat menyewa ban di tempat-tempat penyewaan yang banyak terdapat di sini. Kemudian bawalah ke sumber air di hulu sungai, setelah itu naik ke atasnya dan ban anda akan mengikuti aliran air sungai layaknya sungai buatan yang ada di water boom. Namun di sini langsung menuju ke laut.

Di sini Anda bisa mencoba tiga rasa air, yaitu air tawar di sungai, kemudian payau ketika air sungai bertemu air laut di muara dan setelah itu air asin ketika anda sampai ke laut. Tiga rasa air hanya di dalam satu area, sangat menyenangkan bukan. Namun harus berhati-hati karena ombak di sini cukup besar dan sisi-sisi karang di kiri-kanannya cukup tajam.

Anda bisa juga sekadar berenang di sungai yang teluknya dikelilingi oleh pemandangan yang hijau asri, berair dingin, dan menyegarkan. Setelah itu nyebur ke laut yang berair hangat.

Malas main air? Tak masalah


Kalau malas bermain air, cukup bermain pasir berwarna cokelat kekuningan yang diselingi warna-warna hitam dan perak dari bijih besi. Yang ketika terkena ombak tampak indah berkilau.

[caption id="attachment_1705" align="aligncenter" width="640"] Menara ini menjadi salah satu ikon Pantai Baron. (foto: indotravelgo)[/caption]

Di sela-sela bebatuan juga terdapat banyak bayi kepiting yang dapat dijaring dan dibuat rempeyek oleh penduduk di sekitar Pantai Baron. Setelah saya coba, rasanya tak kalah enak dengan rempeyek udang yang ada di restoran dan toko oleh-oleh.

Di sini juga disediakan spot-spot memancing dengan pemandangan yang indah, sehingga membuat betah berlama-lama. Atau sekadar duduk-duduk di kafe sambil ngopi, ngobrol bersama teman, berjemur di tempat-tenpat yang telah disediakan sambil membaca buku. Bisa juga sekadar berkumpul bersama keluarga di bawah payung-payung tenda yang tersedia di sepanjang pantai.

Dan tentu saja anda harus mengabadikan tempat ini dari banyak sisi, karena banyak sekali tempat foto yang sangat asyik dan instagramable.

Jika belum puas dan ingin melihat laut lepas dari ketinggian sejauh mata memandang. Berjalanlah ke sisi kiri. Ikuti tangga menuju bukit. Dan di atas sana ada tower pengawas yang bisa anda naiki. Namun harus berhati-hati karena tower ini sudah berumur dan tangganya tampak berkarat.

Sesampainya di atas, lelah anda terbayar lunas. Perpaduan warna biru laut dan putihnya buih  ombak yang memecah pantai, langit biru berselang seling dengan putihnya awan, serta hijaunya perbukitan dan kemilau pasir yang tertimpa sinar matahari. Saya jamin, mata Anda akan terpukau.
Read more

Nikmati Malam yang Asik dan Menghibur di Pantai Losari Makassar

Belum ke Makassar jika belum mampir di Pantai Losari Makassar. Ada berbagai pilihan waktu untuk menikmati pantai yang menjadi ikon Makassar tersebut. Anda dapat memilih waktu di pagi hari, sore ketika sunset, atau malam.

Tetapi, sepertinya pantas Anda coba untuk menikmatinya ketika malam hari. Sambil nongkrong di warung sekitar di pinggir pantai Anda akan disuguhkan kuliner yang khas di sana yaitu sajian pisang epe.

Area publik yang nyaman


Anda dapat melihat berbagai hiruk pikuk orang muda yang berlalu lalang dan beraktivitas di area publik yang telah disiapkan pemerintah daerah dengan nyaman. Tentu di zaman sekarang, aktivitasnya begitu beragam, dari sekedar berlalu lalang, jalan-jalan, selfie hingga aktivitas orang muda dengan aneka komunitasnya.

Menariknya, area publik yang telah dipersiapkan memungkinkan orang muda beraktivitas dengan nyaman. Ada kumpulan komunitas sastra, Stand Up Comedy, Freestyle BMX Bikes hingga sepatu roda.

[caption id="attachment_1660" align="aligncenter" width="640"] Sebuah restoran terapung dilihat dari Pantai Losari Makassar. (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Pada intinya, menikmati malam di Pantai Losari menyuguhkan pengalaman tersendiri. Anda dapat menikmati anjungan Pantai Losari dalam temaramnya lampu, di sebelah selatan. Anda juga dapat melihat sebuah kafe dan resto apung yang menggunakan kapal tradisional phinisi. Uniknya....

Masih ada lagi pemandangan menarik lain. Anda dapat melihat dari kejauhan Masjid Amirul Mukminin yang terapung dengan terpaan lampu kerlap-kerlip dari kejauhan. Pantaslah, jika masyarakat Makassar menamai jalan di seputar Pantai Losari sebagai “jalan penghibur”.
Read more