Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Friday, August 11, 2017

Traveler Swiss ke Air Terjun Cunca Ngkuang, Keluhkan Infrastruktur Pariwisata

Seorang wisatawan asal Swiss baru-baru ini mengunjungi air terjun Cunca Ngkuang di Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT. Ia mengeluhkan ketiadaan infrastruktur yang memadai di objek wisata potensial tersebut.


Traveltoday melansir laporan radar-indonesia.com yang diterbitkan pada, 1 Agustus 2017. Dilaporkan bahwa traveler bernama Nicole Bischof tersebut bertanya-tanya mengenai infrastruktur yang belum memadai di sana.


Obyek wisata alam Cunca Ngkuang merupakan salah satu aset pariwisata yang saat ini  dimiliki oleh Kabupaten Manggarai Timur. Keindahan alam air terjun ini sangat memikat mata para wisatawan yang datang, serta masih bersifat alami yang pantas dan layak dijaga.



Pengalaman unik

Menurut Nicole, ia mendapatkan pengalaman yang sangat unik ketika mengunjungi obyek wisata ini. Ia bisa melihat bagaimana orang bisa hidup dan gaya hidup lebih atau kurang mencukupi.


“Akan tetapi kami juga bisa melihat bagaimana seharusnya masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dari listrik, jalan yang lebih baik, materi sekolah dan pendidikan formal,” kata Nicole kepada radar-indonesia.com.


Namun demikian, kata Nicole, alangkah bagusnya keindahan wisata alam tersebut jika didukung dengan infrastruktur seperti sarana dan prasarana yang memadai.


Nicole juga menambahkan, jika infrastruktur jalan, listrik dan air bersih mendukung, maka, semua wisatawan akan sering melancong ke surga tersembunyi Cunca Ngkuang.


Selain Nicole, Manuela Bischol (23) juga wisatawan asal Swisse, yang juga mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang menghubungi tempat wisata air terjun Cunca Ngkuang itu.


Manuela mengatakan bahwa keindahan alam yang sangat eksotis ini hedaknya didukung oleh infrastruktur yang memadai, ”Sehingga untuk mengunjungi tempat ini tidak terlalu sulit,” tambahnya. (*)


Read more

Wednesday, August 9, 2017

Gelaran Perdana, Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia di Banyuwangi

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) ingin mengenalkan wisata dengan minat khusus ke level yang lebih tinggi. Upaya itu dilakukan melalui Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia. Banyuwangi dipilih sebagai tempat pelaksaan festival perdana ini.

Pemilihan KemenLHK tersebut karena Banyuwangi jadi salah satu target destinasi minat khusus dan destinasi MICE (Meetings, Inventions, Conferences, dan Exhibitions) baru. Informasi tersebut disampaikan dalam akun facebook resmi KemenLHK, Selasa (8/8).

KemenLHK ingin menyuguhkan potret Indonesia yang kaya akan potensi alam yang luar biasa. Potensi tersebut seperti garis pantai yang panjang, gunung yang banyak, bahkan budaya dan kekayaan kuliner yang berpotensi serta dikembangkan menjadi wisata minat khusus.

Salah satu target wisata minat khusus, adalah wisata bahari. Dimana Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga fokus mengembangkan potensi laut di kawasan Sulawesi Utara, NTB, NTT, Jawa Timur dan Papua Barat.

Festival ini dilaksanakan dengan tujuan mendukung rencana strategis pemerintah untuk mendatangkan 275 juta wisatawan nusantara dan 20 juta wisatawan mancanegara selama 2015-2019.

Kesempatan bagi pelaku usaha lokal


Festival juga memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha perjalanan wisata minat khusus. Mereka adalah para pengembang pariwisata bidang perhotelan dan stakeholder lainnya untuk bertemu dengan pengelola Taman Nasional dan Taman Wisata alam. Kehadiran mereka diharapkan mengembangkan investasi di wilayah sekitar taman nasional, sambil aktif melakukan gerakan konservasi.

Pertemuan investor dan pengelola Taman Nasional (seller meet buyer), ini akan dilaksanakan di Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia 2017, yang berlokasi di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

KemenLHK mengundang para pelaku usaha bidang wisata untuk ikut dalam diskusi ini, dan menemukan peluang usaha baru, dan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan. (RA/yi)

Sumber: Infonawacita.com
Read more

Tuesday, August 8, 2017

Kuliner Punya Peran Strategis Memperkuat Identitas Bangsa, Begitu Kata Menteri Pariwisata

Identitas sebuah bangsa sangat penting ditonjolkan di forum internasional. Menurut Menteri Priwisata Arief Yahya, kuliner mempunyai peran strategis dalam memperkuat indentitas bangsa Indonesia di mata dunia.

Menteri Arief menyampaikan pandangan tersebut saat membuka Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2017 di Mall Artha Gading, Sabtu-Minggu, 5-6 Agustus 2017 lalu.  Ia menegaskan bahwa Pemerintah sangat serius dalam memajukan industri kuliner. Antara lain dengan meluncurkan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia agar bisa mendunia sekaligus menjadi indentitas nasional.

Seperti dikutip dari Tribunnews.com, Arief mengatakan pula bahwa kuliner juga menjadi indentitas kota atau daerah yang sekaligus mempromosikan pariwisata kota tersebut.

"Misalnya Rendang dari Padang Sumatera Barat, satu di antara 30 ikon kuliner tradisional Indonesia, secara otomatis akan mempromosikan pariwisata Sumetara Barat baik di tingkat nasional maupun mancanegara," kata Arief.

Dikatakannya, melalui penetapan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia diharapkan bisa masuk dan dapat dipresentasikan sebagai hidangan kelas dunia baik oleh para chef hotel dan restoran di negara manapun.

Aneka ragam kuliner nusantara


Pada kesempatan yang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti pun berpendapat tentang konsep festival. Ia mengatakan, penyelenggaraan FKN 2017 mengangkat tema "Aneka Ragam Kuliner Nusantara".

Acara dikemas dengan konsep wisata kuliner menampilkan makanan dan produk-produk kuliner khas masing-masing daerahnya yang tidak sama. Sehingga pada Festival Kuliner Nusantara akan disajikan sedikitnya 50 jenis kuliner Nusantara yang berbeda dan mewakili keunikan daerah masing masing.
Read more

Monday, August 7, 2017

Siap-Siap, Lampung Krakatau Festival 2017 Akan Digelar Tak Lama Lagi

Pemerintah Provinsi Lampung kembali akan menggelar event Lampung Krakatau Festival ke-27 akan digelar  pada 25-27 Agustus 2017. Informasi ini disampaikan oleh Humas Pemprov Lampung.

Menurut rencana, festival tersebut akan digelar di dua tempat. Bandar Lampung dan Kalianda terpilih sebagai lokasi untuk menampilkan berbagai kegiatan menarik.

“Lampung Krakatau Festival 2017 akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan,” kata Asisten Ekbang Setprov Lampung, Adeham, di Bandarlampung, melalui rilisnya pada redaksi jajananlampung.com, Kamis, 3 Agustus 2018.

Acara unggulan


[caption id="attachment_1603" align="aligncenter" width="802"] Lampung Krakatau Festival 2016 (foto: elshinta.com)[/caption]

Beragam acara unggulan telah disiapkan. Pesona Sang Bumi Rua Jurai akan diisi dengan peragaan busana, kuliner khas Lampung, serta pagelaran seni tradisional Lampung.

Kemudian ada pula seni kontemporer, pemutaran film indie, awarding, temu online masyarakat Lampung (GenPI – generasi Pesona Indonesia).

Tak ketinggalan ada gelaran aneka permainan anak tradisional Lampung dan kontes stand terbaik yang akan diikuti oleh perwakilan dari 15 kabupaten/kota se Lampung, masyarakat umum, blogger dan komunitas.

Lampung Culture and Tapis Carnival


Salah satu acara yang ditunggu-tunggu adalah pawai budaya. Acara bertajuk Lampung Culture and Tapis Carnival digelar di Lapangan Saburai dengan peserta dari 15 kabupaten/kota pada 27 Agustus 2017.

Adeham mengatakan seperti tahun tahun sebelumnya Tour Krakatau 2017 akan dimulai dari dermaga BOM Kalianda Lampung Selatan.

Namun, sebelum berangkat akan dilaksanakan acara “Upacara Ruwat Laut dan Doa” yang dimeriahkan puluhan perahu hias. Lomba perahu hias dan perahu layar dari Kalianda ke Pulau Sebesi.

Adeham mengharapkan pelaksanaan Lampung Krakatau Festival 2017 dapat terlaksana dengan baik.
Read more

Sunday, August 6, 2017

Ternyata, Drama TV Korea Jadi Alasan Wisatawan Berkunjung ke Lombok

Ternyata, Drama TV Korea menjadi salah satu pemicu kedatangan para wisatawan asal negeri ginseng ke Lombok. Direktur Promosi Asia Pasifik, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI Vinsensius Jemadu menyebutkan ada tiga alasan yang melatarbelakangi wisatawan asal Korea  Selatan (Korsel) memilih Pulau Lombok untuk berlibur. Salah satunya ialah berkat serial drama TV Korea.

Salah satu drama TV Korea itu kata Vinsensius mengambil lokasi syuting di Pulau Gili Trawangan dan sebagian lainnya di daratan Lombok. Hal ini ia ungkapkan seusai kedatangan pesawat carter Korean Air di Lombok Internasional Airport (LIA) di Tana Awu, Kabupaten Lombok Tengah NTB, Sabtu, 29 Juli 2017.

“Jadi mereka kenal Lombok itu setelah menonton serial drama Korea,” kata Vinsensius seperti dikutip dari Lombokita.com pada Minggu, 30 Juli 2017.

Menurut Vinsensius, berdasarkan data Kemenpar, sampai saat ini tamu Korea ke Indonesia mencapai 350.000 orang. Dari jumlah itu, Lombok menjadi salah satu tempat favorit wisatawan Korea, selain Bali.

“Terbanyak wisatawan Korea ini ke Bali, baru sisanya ke Lombok, Jakarta, Kepulauan Riau,” ucapnya.

Target: 550.000 orang


Kemenpar sendiri menargetkan pada tahun 2017, jumlah wisatawan negeri ginseng sebanyak 550.000 orang.

Vinsensius mengakui meskipun Bali masih menjadi lokasi favorit wisatawan asal Korea. Namun dengan kedatangan penerbangan carter maskapai Korean Air di Lombok, menjadikan kunjungan wisatawan ke daerah itu meningkat.

Maskapai asal Korea Selatan, Korean Air berkode KE9629 dengan mengangkut 194 orang penumpang berhasil mendarat di Lombok Internasional Lombok, Desa Tanah Awu, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu, 29 Juli 2017.

“Alhamdulillah hari ini tepat 13.10 Wita. Sudah mendarat dengan mulus carter flight Korean Air dengan 194 orang penumpang di Lombok Internasional Airport (LIA),” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal dikutip dari Lombokita.com.

Sumber: Lombokita.com; Infonawacita.com
Read more

Saturday, August 5, 2017

Ingin Saksikan Pertunjukan Perang Antarsuku? Datanglah ke Festival Lembah Baliem

Jika ingin melihat dan mengenal langsung suku asli Papua datanglah ke Festival Lembah Baliem. Di sana akan ada ratusan suku yang datang dan membawa beragam keunikan budayanya.

Di festival tahunan ini, mereka akan mempertunjukkan bagaimana tradisi perang yang diturunkan nenek moyang. Pertunjukan peperangan antarsuku ini biasanya akan dibalut dengan tari-tarian dan dipadu dengan keindahan Lembah Baliem yang menambah keeksotisan dari festival ini.

Lembah Baliem sendiri adalah sebuah lembah yang berada di Pegunungan Jayawijaya, Papua. Festival Lembah Baliem tahun ini akan diadakan pada 8-11 Agustus mendatang.

“Silakan ke Papua, hanya di Festival Lembah Baliem anda bisa menikmati sensasi keindahan alam dan budaya Papua yang unik,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya seperti yang diinformasikan Kementerian Pariwisata melalui facebook, Sabtu (5/8).

Tradisi adat yang sudah ada sejak 1989 ini telah dikenal hingga mancanegara, biasanya para travel fotografer tidak akan melewatkan festival ini. Indahnya pemandangan Lembah Baliem serta atraksi peperangan yang dilakukan oleh suku-suku asli Papua menjadi daya tarik yang membuat mereka selalu menantikan acara ini setiap tahunnya.

“Selain aksi peperangan dan pertunjukan tradisional lainnya, wisatawan pun bisa berinteraksi langsung dengan para penduduk asli Papua. Dan tenang saja, walau disebut perang, acara ini aman kok disaksikan oleh wisatawan,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti.
Mulai aksi perang hingga karapan babi

[caption id="attachment_1543" align="aligncenter" width="800"] foto: indonesiatravelmagazine.com[/caption]

Esthy menjelaskan suku-suku asli Papua yang tersebar di beberapa lokasi akan berkumpul di lembah ini. Mulai dari Suku Dani, Suku Yali, hingga Suku Lani hadir di sana untuk memeriahkan acara tersebut. Festival Lembah Baliem merupakan acara perang antarsuku Papua yang dilakukan sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Para prajurit kebanggaan suku-suku tersebut akan adu kekuatan mereka.

Selain tari tradisional akan ada pertunjukan musik tradisional menggunakan Pikon. Selain itu ada pula karapan babi, aksi teatrikal, lomba panahan, dan lempar tombak. Kemudian ada permainan Sikoko dan Puradaan, peragaan memasak dengan cara tradisional, dan pameran kerajinan tangan asli masyarakat suku adat Papua. Jadi jangan lewatkan festival Lembah Baliem yang eksotis ini. (RA/yi)

Sumber: Infonawacita.com
Read more

Friday, August 4, 2017

Boleh Juga Nih, Ada Program 'Tamu Wajib Menginap' di Tanjungpinang

Ternyata, Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau telah mencanangkan program Tamu Wajib Menginap minimal semalam untuk menggenjot roda perekonomian melalui belanja pengunjung.

"Melihat kondisi ekonomi Provinsi Kepri semakin melemah, kami membuat kebijakan bahwa setiap tamu yang datang wajib menginap satu hari di Tanjungpinang," kata Sekretaris Daerah Tanjungpinang, Riono di Tanjungpinang, Senin (15/5/2017).

Demi ekonomi daerah


Berdasarkan data Bank Indonesia, pertumbuhan perekonomian di Kepri pada triwulan I tahun 2017 hanya 2,02 persen.

"Ini menjadi perhatian Pemkot Tanjungpinang dalam meningkatkan ekonomi daerah," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Riono menjelaskan program Tamu Wajib Menginap minimal semalam itu sekaligus untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di Tanjungpinang. Dengan bermalam, maka seluruh tamu yang datang dapat menikmati keindahan alam Tanjungpinang dan objek wisata lainnya selama sehari.

"Tanjungpinang itu menarik dan indah, banyak tempat wisata. Pulau Penyengat yang menyimpan sejarah kejayaan Kerajaan Riau-Lingga, salah satu objek wisata andalan," katanya.

Ia menyatakan, kunjungan wisatawan memberi dampak positif bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat. Para tamu dapat membeli oleh-oleh yang dijual oleh para pedagang di Tanjungpinang.

"Ada banyak kerajinan tangan dari Tanjungpinang, yang dapat dijadikan oleh-oleh," ucapnya.

Riono mengemukakan selama empat tahun terakhir masa kepemimpinan Lis Darmansyah-Syahrul fokus meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan dan administrasi pemerintahan.

"Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, infrastruktur pelayanan kesehatan dan administrasi semakin baik. Kedepan kami akan meningkatkan pelayanan melalui sistem online," ujarnya.

Sumber: Antara

 
Read more

Wow, Penginapan Dieng Culture Festival 2017 Sudah Penuh

Wow, penginapan-penginapan di area penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) 2017 penuh. Festival itu sendiri dilaksanakan di Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah pada 4-6 Agustus 2017.

Informasi itu disampaikan pemilik Homestay Kemangi Syariah Dieng, Zaidan Mursalin Daud, seperti dilansir dari Antara, Jumat (4/8/2017).

"Karena banyak yang penuh, wisatawan yang baru datang supaya lebih rajin mencari penginapan lain atau mencari kamar yang batal dipesan," kata Zaidan di Banjarnegara, Kamis (4/8/2017).

Dia mengatakan penginapan menjadi hal yang paling dicari oleh wisatawan dalam negeri dan mancanegara menjelang dan saat pelaksanaan DCF setiap tahunnya.

Dia mengaku saat ini penginapan miliknya sudah dipesan oleh pengunjung DCF 2017. Ajang tahunan pada 2017 tersebut dilaksanakan dengan berbagai rangkaian kegiatan.

Utamakan kenyamanan


Zaidan mengatakan terdapat hal yang berbeda terkait pengelolaan penginapan miliknya di ajang Dieng Culture Festival 2017, yaitu pembatasan jumlah tamu homestay.

Pada DCF sebelumnya, dia mengatakan satu penginapan bisa berisi lebih dari 25 orang sehingga penuh sesak. Beberapa pengunjung penginapan harus rela tidur di lantai di penginapan miliknya.

Akan tetapi, saat ini Zaidan hanya menyewakan tiga kamar dengan kapasitas sekitar tujuh orang. Hal terpenting bagi dia adalah pelayanan serta kenyamanan bagi pengunjung penginapan.

"Soal pemasukan bisa dicari lain waktu ada hari lain pengunjung mampir ke sini. Terlebih jika memaksakan banyak yang menginap di sini, kami juga repot karena pelayanan kami kelola sendiri," katanya kepada Antara.

Dia mengatakan pembatasan menerima tamu dilakukan juga karena alasan pemerataan persebaran wisatawan DCF. Dengan begitu, homestay yang mengalami batal order juga memperoleh berkah dari membludaknya pengunjung di DCF 2017.

Harus jeli mencari


Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Alif Fauzi, mengatakan terdapat sejumlah homestay warga sekitar yang bisa saja kosong menjelang pelaksanaan DCF.

Selama jeli mencari, katanya, pengunjung bisa mendapatkan penginapan meski pilihan homestay makin sedikit karena banyak yang penuh. Namun, upaya mencari homestay tentu relatif lebih sulit dibandingkan mencarinya jauh hari sebelum pelaksanaan DCF.

Terlebih, kata Alif, sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan DCF menunjukkan homestay rata-rata telah dipesan atau penuh orderan.

Diperkirakan puluhan ribu pengunjung akan menghadiri acara-acara dalam rangkaian DCF 2017 yang banyak terpusat di sekitar Candi Arjuna, Banjarnegara.

Sumber: Antara
Read more

Catat Tanggalnya, Saatnya Anda Merasakan Kemerdekaan Jiwa di Jazz Traffic

Festival "Jazz Traffic" 2017 mengusung tema "Souls of Freedom" atau Kemerdekaan Jiwa yang diagendakan berlangsung selama dua hari setelah peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, 18-19 Agustus.

Penggagas Jazz Traffic Festival (JTF) Errol Jonathans, di Surabaya, Minggu, 31 Juli 2017 lalu mengatakan tema tersebut dicuplik dari "Jazz Stands for Freedom" yang merupakan opini dari pianis dan komposer musik jaz Dave Brubeck.

"Kami ingin menarik benang merah tapak sejarah seperti opini 'Jazz Stands for Freedom' oleh pianis dan komposer jaz Dave Brubeck," katanya lagi.

Musik yang memerdekakan


Menurut dia, sejatinya musik jaz adalah ekspresi tentang kebebasan atau kemerdekaan jiwa.

JTF pertama kali digelar tahun 2011. Sejak itu menjadi agenda musik jaz rutin tahunan di Surabaya.

Errol mengatakan penyelenggaraan JTF tahun ini akan memperjelas orientasinya sebagai festival yang memuliakan semua jenis musik.

Meski mengusung label jaz, dia menegaskan, JTF 2017 tetap konsisten memerdekakan dirinya. Hal itu diwujudkan dengan menyediakan panggung bagi genre musik pop, rock, etnik, hingga musik yang sekadar beraroma jaz dan ekstrak jaz murni.

"Tentu saja porsi musik jaz tetap lebih kental di JTF 2017. Inilah keistimewaan JTF untuk memerdekakan selera khalayak yang leluasa memilih artis favoritnya," ujarnya pula.

Dia menambahkan, JTF 2017 yang digelar selama dua hari usai peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga menjadi spirit tersendiri dalam kemerdekaan hidup.

"Spirit kemerdekaan inilah yang akan ditangkap dalam penyelenggaraan dua hari JTF 2017 bersama lebih dari dari 200 musisi," katanya lagi.

Ini dia musisi-musisinya


Dia merinci sejumlah musisi telah diundang dalam JTF 2017, di antaranya adalah Indra Lesmana Keytar Trio yang akan mewakili genre "jazz mainstream".

Selain itu, Yura Yunita akan tampil mewakili genre 'fusion jazz, serta Virgoun dan Sheila On 7 mewakili genre nonjaz.

Genre musik jaz yang lebih futuristik, lanjut Errol, juga akan ditampilkan di JTF 2017, dengan menampilklan Budjana Zentuary.

"Juga banyak penampilan generasi baru dalam dunia musik jaz yang pendekatannya tidak lagi semata-mata mengandalkan 'jazz mainstream' tapi juga kreasi mereka yang disesuaikan dengan generasi kekinian," ujarnya pula.

Sumber: Antara
Read more

Thursday, August 3, 2017

Bagaimana Sih Konsep Wisata Halal di Banda Aceh?

Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pariwisata membekali aparatur gampong atau desa dengan materi mengenai konsep wisata halal.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh M Rizha di Banda Aceh, Senin, mengatakan, dengan adanya bekal tersebut diharapkan aparatur gampong mampu menggali potensi wisata halal di tempatnya masing-masing.

"Jadi nantinya setiap kebijakan pariwisata yang diterbitkan aparatur gampong tentu mendukung wisata halal di Kota Banda Aceh," ungkap M. Rizha menyebutkan.

Rizha mengatakan, wisata halal kini menjadi tren negara-negara di dunia. Bahkan, Aceh juga sudah ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata halal di Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut dia, setiap aparatur gampong harus mampu menguasai apa itu konsep wisata halal. Termasuk bila mengeluarkan kebijakan, harus mendukung program wisata halal yang dicanangkan Pemerintah Kota Banda Aceh.

"Kami juga berharap aparatur gampong mampu menggali potensi pariwisata halal di desanya masing-masing, sehingga bisa menjadi andalan sektor pariwisata di Kota Banda Aceh," kata M Rizha.

Branding wisata


Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin mengakui, Aceh sebagai daerah yang telah menerapkan syariat Islam tentu tidak terlepas dari konsep halal. Namun, "branding" wisata halal diterapkan belum begitu menggema dibanding daerah lainnya di Indonesia.

"Misalnya Nusa Tenggara Barat atau NTB, walau tidak menerapkan syariat Islam, tapi branding wisata halalnya lebih baik dari Aceh. Dan ini menjadi tantangan bagaimana Banda Aceh bisa menjual wisata halal tersebut," kata dia.

Banda Aceh, kata Zainal Arifin, memiliki banyak faktor mendukung sektor pariwisata. Aceh juga kaya dengan sejarah serta keindahan alamnya juga tidak kalah dengan yang lain.

Oleh karena itu, sebut dia, Aceh dan Banda Aceh harus terus mempromosikan sektor pariwisata, termasuk menjual wisata halal guna menggaet wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara berkunjung ke provinsi ujung barat Indonesia ini.

"Kami berharap nantinya seluruh gampong di Banda Aceh menjadi destinasi wisata halal. Halal tidak hanya dari kulinernya dan lainnya, tetapi semuanya, termasuk perilaku masyarakatnya," kata Zainal Arifin.

Sumber: Antara
Read more

Kampung Pelangi Semarang Akan Dipercantik, Nih...

Pemerintah Kota Semarang menyiapkan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk semakin mempercantik kawasan Kampung Pelangi Semarang yang menyatu dengan Pasar Kembang Kalisari.

"Tahun ini, kami anggarkan Rp16 miliar untuk menata drainase, sungai dibikin rapi, jalur pedestrian, 'foodcourt' hingga lahan parkir," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Kamis, 18 Mei 2017 lalu.

Nantinya, Kampung Pelangi yang dulu dikenal dengan perkampungan Gunung Brintik itu akan terlihat menyatu dengan Pasar Kembang Kalisari dengan pembangunan berbagai fasilitas pendukung.

Setelah mulai dicat April 2017, pemandangan perkampungan Gunung Brintik sekarang terlihat berbeda dengan berwarna-warninya rumah-rumah penduduk yang berada di lahan yang berkontur perbukitan tersebut.

Ternyata, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, upaya Pemkot Semarang untuk mempercantik kawasan itu mendapatkan perhatian dari masyarakat luar negeri yang mengekspose di laman informasinya.

"Setahu saya, ada dailymail.com, lonelyplanet.com dan lainnya. Dari Jerman, Ruptly TV juga melakukan liputan langsung ke Kampung Pelangi, tadi pagi," kata orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Oleh karena itu, ia semakin optimistis Kampung Pelangi akan menjadi ikon baru Kota Semarang yang bisa mendongkrak kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri untuk berwisata ke Kota Atlas.

Setelah tahap pertama pengecatan, dilanjutkan pengecatan tahap kedua, sebab saat ini baru sebagian rumah yang dicat dari total keseluruhan sebanyak 325 rumah di perkampungan Gunung Brintik.

Industri kreatif


Dengan semakin dikenalnya Kampung Pelangi dan banyak wisatawan berkunjung, ia berharap ikut mendongkrak perekonomian warga sekitar yang bisa mengembangkan industri kreatif, seperti suvenir.

"Tentunya, kami berharap akan ada kegiatan untuk perbaikan perekonomian warga sekitar, seperti pembuatan suvenir, gantungan kunci, kaos, stiker dan sebagainya. Ini bisa menumbuhkan perekonomian," katanya.

Untuk semakin membuat wisatawan nyaman, Hendi mengakui perlu pembenahan sejumlah fasilitas pendukung, seperti toilet umum yang bersih, serta penjualan makanan dan minuman untuk wisatawan yang datang.

"Makanya, saya dorong agar bisa dibentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang mengelola fasilitas-fasilitas, seperti toliet, penjualan makanan dan minuman dan sebagainya," pungkasnya.

Sumber: Antara
Read more

Thursday, May 18, 2017

Datanglah ke Donggala, Kota Wisata di Sulawesi Tengah

Bupati Donggala Kasman Lassa optimistis pencanangan Donggala Kota Wisata dalam beberapa bulan ke depan akan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

"Pengembangan sektor jasa dengan menggenjot pariwisata akan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat," kata Bupati Donggala Kasman Lassa yang dihubungi di Donggala, Senin, 14 Mei 2017 lalu.

Ia juga meyakini bahwa pencanangan Donggala sebagai kota wisata yang direncanakan Agustus 2017 nanti akan terlaksana dengan baik.

Pemerintah Kabupaten telah merencanakan dan menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan pencanangan itu.

"Pencanangan akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 di Anjungan Gonenggati I Sema pa Maipia Pa," sebut dia.

Bupati Kasman Lassa menyebut bahwa pencanangan Donggala sebagai kota wisata akan dihadiri oleh beberapa pejabat negara antara lain Menteri Pariwisata, Menko Kemaritiman, Menteri Pertanian, Menteri Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Para pejabat negara tersebut akan melihat langsung Kabupaten Donggala yang memiliki potesi sumber daya alam yang dapat diandalkan untk peningkatan ekonomi negara dan kesejahteraan rakyat.

"Pejabat-pejabat negara tentu akan memiliki rencana kegiatan sesuai dengan tanggung jawab dan tugas kementerian terkait," ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Kasman Lassa mengatakan bahwa pencanangan Donggala Kota Wisata sekaligus memaksimalkan pengelolaan dan peningkatan 48 objek wisata potensial yang ada didaerah tersebut.

Ada sejumlah paket tur wisata di Donggala yang terintegrasi dengan Kota Palu tengah disiapkan untuk dipromosikan, mulai dari wisata alam di laut, pantai dan pegunungan sampai wisata seni dan budaya.

Sumber: Antara
Read more

Wednesday, May 17, 2017

Infrastruktur di Pulau Sebuku akan Dikembangkan, Lho...

Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan, Sayed Jafar berkomitmen meningkatkan sektor kepariwisataan di Pulau Sebuku, sekitar 10 km sebelah utara Pulau Laut, ibu kota Kabupaten Kotabaru.

Bupati Sayed usai meninjau jalan sepanjang empat kilometer yang merupakan hibah perusahaan tambang bijih besi PT Sebuku Iron Lateritic Ores (PT Silo), Selasa, 16 Mei 2017 lalu, mengatakan ada beberapa potensi wisata yang akan dikembangkan di Pulau Sebuku.

"Di antaranya, Pulau Haur dan Pulau Manti, karena kami melihat kehidupan wisata jauh lebih baik ke depannya untuk bisa dikembangkan," katanya kepada Antara.

Menurutnya, sektor agrobisnis dan wisata akan menjadi perhatian ke depan namun sebelum itu tentu menjadi perhatian besar agar bisa mempersiapkan sarana pendukungnya seperti infrastruktur jalan.

Pada kesempatan itu, Bupati berharap kepada pelaku usaha bisa membantu percepatan pembangunan di daerah.

"Kalau hanya berharap APBD Kabupaten Kotabaru saja, maka tidak akan cukup untuk membenahi infrastruktur jalan yang ada," terangnya.

Oleh karenanya, menurut dia, peran serta perusahaan menjadi dorongan untuk bisa berjalan bersama dalam mencapai kemajuan pembangunan.

Dia menjelaskan, pada 2017 masih difokuskan pada permasalahan infrastruktur jalan dan listrik di pelosok-pelosok desa.

"Apabila akses jalan sudah terbuka dengan baik maka yang lain tentunya juga akan mengiring perkembangannya," katanya.

Sebelumnya, PT PLN telah menargetkan pada 2019, sekitar 95 persen wilayah Kotabaru akan teraliri listrik.

Selain perusahaan, lanjutnya, menjadi harapan bersama juga masyarakatnya untuk ikut bersama-sama menggapai cita-cita pembangunan.

Camat Pulau Sebuku Yudi Redhani mengatakan potensi kekayaan alam sektor pariwisata Sebuku sangat bagus dikembangkan ke depannya.

"Pulau Sebuku mempunyai wisata andalan seperti Pulau Manti dan Haur dan itu akan terus dikembangkan ke depannya untuk bisa dijadikan sebagai wisata unggulan daerah," ujarnya.

Sumber: Antara
Read more

Tuesday, May 16, 2017

Yuk, Kita Tunggu Agenda Wisata di Sumatera Barat

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah membenahi perencancan pariwisata mereka. Saat ini Pemprov melakukan pendataan kegiatan seni, budaya, dan olahraga yang berpotensi untuk dimasukkan dalam agenda wisata daerah agar lebih mudah untuk dipromosikan.

"Kita koordinasikan dengan kabupaten dan kota untuk pendataan ini agar lebih terukur," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumbar, Oni Yulfian di Padang, Jumat (12/5/2017) lalu seperti dikstip dari Antara.

Kegiatan yang menunjang wisata daerah itu, nantinya akan dibantu promosinya agar bisa berkembang dan memberikan efek positif bagi masyarakat tempat kegiatan itu berlangsung.

Hanya saja sebagian kegiatan wisata di kabupaten dan kota tersebut, berkaitan dengan momen tertentu, seperti ulang tahun daerah. Padahal, ulang tahun daerah itu memiliki hari jadi yang bersamaan, terutama daerah pemekaran.

Hal itu dikhawatirkan membuat kegiatan wisata potensial rentan dempet antar daerah.

"Kita harus benar-benar memperhatikan ini," kata Oni.

Acara yang dempet, apalagi dengan kualitas yang sama bagusnya akan membuat masyarakat dan wisatawan jadi terpecah. Hasilnya kegiatan wisata itu bisa tidak maksimal.

Namun untuk tahap awal, ia mengakui belum semua kegiatan wisata yang bisa masuk agenda tersebut karena keterbatasan anggaran yang tersedia di provinsi.
Agenda wisata nasional

Dari kegiatan yang masuk agenda itu, Pemprov Sumbar juga akan memilih dua atau tiga kegiatan untuk diusulkan masuk agenda wisata nasional.

"Sekarang ada tiga kegiatan yang masuk agenda nasional yaitu Tour de Singkarak, Tabuik Pariaman, dan Sawahlunto Internasional Songket Carnival. Ke depan kita harap bisa bertambah," lanjut Oni.

Sumatera Barat memiliki sejumlah kegiatan seni dan budaya yang berpotensi masuk dalam agenda wisata daerah bahkan nasional. Hanya dengan promosi dan pengelolaan yang baik maka bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk datang.

Selain itu Sumbar juga memiliki keindahan alam luar biasa yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Ayo, Sumbar! (ji)
Read more

Thursday, May 11, 2017

Yogyakarta Targetkan 21 Juta Wisatawan di 2017

Yogyakarta sudah tersohor sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia. Wisata budaya dan alamnya telah dekenaal. Tetapi nampaknya, Yogyakarta masih ingin mengundang wisatawan lebih banyak.

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan pergerakan wisatawan ke destinasi-destinasi di wilayah DIY atau lima kabupaten/kota akan mencapai 21 juta selama 2017 ini.

“Target pergerakan wisatawan kita memang 21 juta orang untuk tahun ini,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta di Kabupaten Bantul, DIY, Kamis, 11 Mei 2017 seperti dikutip dari infonawacita.com.

Dijelaskan Aris, yang dimaksud pergerakan wisatawan adalah mereka yang berkunjung ke beberapa destinasi wisata misalnya Pantai Parangtritis Bantul, Candi Prambanan Sleman dan objek wisata lain.

Ditambahkannya, dari empat kabupaten dan satu kota di DIY yang paling dominan dikunjungi wisatawan adalah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Gunung Kidul, karena punya objek wisata beragam.

“Selain aksesibilitas mudah, objek wisata juga beragam. Kecenderungan wisatawan domestik ke sana,” jelas Aris.

Aris menyebut, selain pantai di wilayah Gunung Kidul yang bersih dan berpasir putih, di kabupaten itu terdapat pemandangan bentang alam termasuk gua-gua dan sungai bawah tanah. Selain itu juga ada Gunung Sewu.

“Kalau itu nanti dunia sudah tahu di situ ada Geopark Gunung Sewu yang sudah diakui UNESCO pasti magnetnya jadi lebih kuat lagi,” imbuhnya.

Promosi dan kebersihan kawasan wisata


Sementara itu, menurut dia, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata perlu dilakukan upaya promosi terus menerus, namun yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan kawasan wisata.

“Terkait kebersihan ini sesuatu yang sangat dan harus disadari terutama para pengelola destinasi, karena wisatawan ketika berkunjung yang pertama dilihat adalah kenyamanannya yang dikaitkan dengan kebersihan,” katanya.

Rasanya, Anda perlu mempersiapkan di ke Yogyakarta. Anak-anak sebentar lagi libur panjang antartahun ajaran. Atau, Anda ingin liburan di akhir tahun? Yogya...! (yi)

sumber: infonawacita.com
Read more

Wednesday, May 10, 2017

Banyuwangi Punya Satu Acara Wisata Lagi: Festival Bambu

Banyuwangi tak berhenti menggelar acara-acara budaya dan wisata. Kali ini, bersiaplah Anda untuk menyaksikan Festival Bambu, 11-13 Mei 2017.

Seperti dilansir dari Antara, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menggelar Festival Bambu. Tujuan festival ini tentu saja untuk mengangkat potensi desa yang telah menghasilkan berbagai karya dari bahan dasar bambu. Nama desa itu Desa Gintangan.

"Festival ini akan menampilkan beragam jenis ornamen dan atraksi berbasis bambu yang bakal digelar di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada awak media di Banyuwangi, Rabu, 10 Mei 2017.

Desa Gintangan merupakan sentra kerajinan bambu di Banyuwangi. Desa tersebut berada 20 kilometer arah selatan pusat Kota Banyuwangi. Sehingga, upaya pemerintah setempat untuk mengangkat potensi daerah tentu saja perlu diapresiasi.

Di tangan warga desa, bambu produksi Banyuwangi ini dikreasikan menjadi beragam karya yang menarik. Bukan hanya menjadi kerajinan, bahkan mereka pun mendesain dan menjadikan bambu ini sebagai atraksi seni.

Sejak 1980-an, kata dia, Desa Gintangan sudah memasok kerajinan bambu untuk kebutuhan nasional. Bahkan, hasil olahan warga desa itu sudah diekspor ke sejumlah negara, seperti Jepang, Brunei Darussalam, dan Thailand.

Menurut Anas, sadar akan potensi yang dimilikinya, warga desa pun menelurkan ide membuat Festival Bambu. Festival ini tidak hanya diisi dengan bazar yang menampilkan beraneka kerajinan bambu, namun juga ada parade busana dengan bahan bambu.

"Kreativitas mereka keren, luar biasa. Ini tidak hanya mendukung perekonomian daerah lewat kerajinan bambunya, tapi juga bersemangat memunculkan ide-ide kreatif dengan mengemas potensi desa lewat ajang menarik semacam ini. Sangat menginspirasi," tuturnya.
Bukan sekadar festival

Bagi Anas, ajang festival bukan sekadar festival biasa, namun menjadi ajang konsolidasi yang baik bagi warga. Untuk menyukseskan penyelenggaraannya, warga secara bergotong-royong dan suka rela mengerjakan semua persiapannya.

"Semangat gotong royong seperti ini yang akan menjadikan kita menjadi besar. Spirit ini yang harus ditularkan dan terus kita lestarikan jika ingin Banyuwangi semakin maju. Metode festival bukan hanya soal promosi daerah, tapi bagian dari konsolidasi modal sosial, warga bersama-sama menyukseskan, dan ini hal yang tidak ternilai," kata Anas.

Kepala Desa Gintangan Rusdianah mengatakan Festival Bambu menampilkan beragam acara, mulai pameran beragam produk bambu, kesenian berbasis bambu, karnaval busana berbahan bambu, hingga seni Barong.

Festival Bambu ini akan diikuti 20 kelompok usaha mikro yang bergerak di bidang kerajinan bambu. Beragam produk unggulan desa kami akan dipamerkan, seperti tempat buah, tudung saji, tempat kue, parcel buah, songkok, kursi, gazebo, dan sebagainya.

Bagaimana pika Anda terrario untuk membeli? Jangan khawatir, Anda bisa langsung bertransaksi di sana. Salut untuk Desa Gintangan, Banyuwangi. (ji)

sumber: antara
Read more

Monday, May 8, 2017

Please... Jangan Rusak Terumbu Karang di Pulau Tikus

Berwisata boleh, tapi perhatikan juga kelestarian lingkungan di sana. Sudah banyak kejadian rusaknya lingkungan di daerah wisata yang justru diakibatkan oleh ulah wisatawan itu sendiri.

Seperti dilansir dari Antara, Koordinator Forum Pemuda Peduli Bengkulu (FPBB), Feri Vandalis mengatakan wisatawan yang bermain wahana air di sekitar perairan Pulau Tikus berpotensi merusak terumbu buatan yang ditanam untuk memulihkan ekosistem terumbu karang di pulau itu.

"Kami mendapat informasi dan bukti foto wisatawan lokal yang berfoto dengan terumbu buatan yang kebetulan bentuknya berupa patung penyu," kata Feri di Bengkulu, Senin, 8 Mei 2017.

Ia mengatakan anggota FPBB meletakkan terumbu buatan berupa patung penyu dan bunga rafflesia di sekitar Pulau Tikus saat peringatan Hari Bumi awal April lalu.

Terumbu buatan sebagai upaya konservasi


Pembuatan terumbu buatan atau "artificial reef" di sekitar perairan Pulau Tikus untuk memulihkan habitat terumbu karang yang terganggu akibat berbagai eksploitasi, mulai dari penangkapan ikan dengan alat tak ramah lingkungan dan aktivitas manusia lainnya.

Feri mengatakan terumbu buatan merupakan salah satu usaha konservasi terumbu karang dengan meletakkan benda-benda keras, seperti kapal bekas, mobil bekas dan bahan-bahan beton lainnya di dasar laut, yang nantinya benda-benda tersebut dapat menjadi tempat menempelnya polip-polip karang yang baru.

Terumbu buatan pada awalnya digunakan untuk meningkatkan hasil tangkapan pada daerah-daerah yang kurang produktif, seperti pantai berpasir atau lumpur dan untuk meningkatkan penghasilan nelayan-nelayan kecil yang tidak mampu menangkap ikan di laut terbuka.

"Terumbu buatan ini juga bisa menjadi objek penelitian untuk mengamati lebih jauh tentang pengaruh kehadiran terumbu buatan terhadap lingkungan setempat baik fisik maupun biologis dan dampaknya baik untuk memulihkan ekosistem," kata dia.

Menurutnya, perlu regulasi dari Dinas Pariwisata untuk mengatur zonasi Pulau Tikus, untuk menentukan wilayah yang dapat dieksplorasi wisatawan dan wilayah konservasi untuk rehabilitasi ekosistem terumbu karang.

Pulau Tikus dengan daratan seluas 0,6 hektare ditopang habitat karang seluas 200 hektare. Pulau tak berpenghuni berjarak 10 mil laut dari Kota Bengkulu ini berfungsi sebagai tempat berlindung nelayan saat cuaca buruk.

Pulau yang dapat diakses dengan perahu nelayan selama 60 menit ini juga menjadi salah satu tujuan wisata yang diminati wisatawan lokal dengan aktivitas utama yang ditawarkan adalah snorkeling.

sumber: Antara
Read more

Friday, March 24, 2017

Hebat, Lombok Kian Memukau Asia!

Indonesia berhasil menempatkan dua destinasi dalam TOP 25 Destination Traveler's Choice Awards yang dirilis Trip Advisor tahun 2017 ini. Setelah Bali yang telah menempati peringkat pertama di dunia dan juga asia, Lombok berada di peringkat kesembilan.

Pemilihan ini berdasarkan ulasan dari para traveler yang mengunjungi situs Trip Advisor. Sebagai situs pengulas terbesar di dunia yang menjadi panduan para wisatawan mancanegara tentu saja berita ini sangat menggembirakan. Berarti Lombok sudah mulai banyak dibahas dan juga dikunjungi oleh para wisatawan dunia. Tampaknya tiga Gili masih menjadi andalan Lombok dan yang paling banyak dibahas. Selain itu Rinjani dan beberapa destinasi wisata lainnya seperti Pantai Senggigi, Kuta, dan beberapa lokasi lain.

Hal lain yang menggembirakan adalah Lombok berada di atas sejumlah destinasi favorit di Asia. Tokyo berada di peringkat 10, New Delhi (13), Hongkong (14), Singapura (16) dan yang mengejutkan Seoul berada di posisi 25. Padahal kota-kota tersebut menjadi destinasi tujuan utama turis asal Indonesia.

Walaupun tidak berada di peringkat pertama, Thailand sukses memasukkan paling banyak destinasi wisatanya. Dari 25 destinasi yang terpilih, Thailand menempatkan 5 destinasi wisata, yaitu Phuket, Koh Samui, Bangkok, Chiang Mai, dan Koh Tao.

Dalam daftar tersebut ternyata Vietnam harus diperhitungkan. Negara yang relatif baru dalam promosi pariwisata dunia jika dibandingkan dengan negara Asean lainnya itu mampu mendudukkan 3 destinasi wisata, yaitu Hoi An, Hanoi, dan Ho Chi Minh City. Vietnam mengalahkan Filipina yang hanya menempatkan dua destinasi yaitu Pulau Palawandan Pulau Panay.

Sayang sekali destinasi wisata andalan Indonesia lainnya seperti Borobudur, Pulau Komodo, Raja Ampat, Belitung, Bintan dan lain-lain belum masuk dalam daftar. Padahal tempat-tempat tersebut tidak kalah indah dan cantik dibandingkan dengan 25 destinasi wisata yang terpilih. Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata agar daerah-daerah tersebut bisa menyusul Bali dan Lombok.

Berikut daftar lengkap Top 25 Destination Asia - Traveler's Choice Awards:
1. Bali - Indonesia
2. Siem Reap - Kamboja
3. Phuket - Thailand
4. Hoi An - Vietnam
5. Kathmandu - Nepal
6. Hanoi - Vietnam
7. Koh Samui - Thailand
8. Bangkok - Thailand
9. Lombok - Indonesia
10. Tokyo - Jepang
11. Goa - India
12. Chiang Mai - Thailand
13. New Delhi - India
14. Hongkong - China
15. Koh Tao - Thailand
16. Singapura - Singapura
17. Beijing - China
18. Jaipur - India
19. Agra - India
20. Kyoto - Jepang
21. Ho Chi Minh City - Vietnam
22. Palawan Island - Filipina
23. Panay Island - Filipina
24. Pokhara - Nepal
25. Seoul - Korea Selatan

sumber: trip advisor
Read more

Wednesday, March 22, 2017

Wow! Bali Destinasi Terbaik di Dunia

Berita menggembirakan buat Indonesia datang dari Trip Advisor. Situs review pariwisata terbesar di dunia itu, menetapkan Bali sebagai "Best Destination in The World Traveler's Choice Awards" yang berarti destinasi terbaik dunia pilihan wisatawan.

Setiap tahun Trip Advisor mengeluarkan 25 daftar destinasi terbaik dunia pilihan para traveler. Tahun 2017 ini Bali menduduki posisi puncak dalam pemilihan 25 destinasi terbaik dunia tersebut. Seperti yang travel today lihat di situs resmi Trip Advisor hari ini (22/3).

Pulau Bali dipilih oleh para traveler dengan menyisihkan 24 destinasi wisata terbaik dunia lainnya. Keindahan alam dan budaya Bali mampu mengalahkan tempat-tempat wisata favorit di dunia seperti London yang menempati posisi kedua, Paris di Posisi ketiga, Roma di posisi keempat dan New York di posisi kelima.

Ada tiga destinasi di Asia yang menempati posisi 10 besar, yaitu Bali di peringkat pertama, Siem Riep Kamboja di peringkat kedelapan dan Phuket Thailand di peringkat kesepuluh. Sedangkan destinasi favorit lainnya di Asia, seperti Hongkong, Singapura, Bangkok, Tokyo, Seoul, Pattaya dan Maldives tidak terdapat di dalam daftar.

Berikut urutan lengkapnya :
1. Bali - Indonesia

2. London - Inggris

3. Paris - Perancis

4. Roma - Italia

5. New York City - AS

6. Crete - Yunani

7. Barcelona - Spanyol

8. Siem Riep - Kamboja

9. Prague - Republik Ceko

10. Phuket - Thailand

11. Istanbul - Turki

12. Jamaica

13. Hoi An - Vietnam

14. St. Petersburg - Rusia

15. Roatan - Bay Islands

16. Marrakech - Maroko

17. Ambergris Caye - Belize Cayes

18. Rio de Janeiro - Brazil

19. St. Marteen - St. Martin

20. Playa des Carmen - Meksiko

21. Dubai - UniEmirat Arab

22. Grand Cayman - Cayman Island

23. Kathmandu - Nepal

24. Bora-bora - Society Islands

25. Cusco - Peru

Semoga dengan terpilihnya Bali di peringkat pertama tahun ini kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia makin meningkat. Kita berharap target pemerintah untuk mendatangkan 15 juta wisman di tahun 2017 ini dan 20 juta wisman di tahun 2019 nanti tercapai.

Zahrudin Haris 
Read more

Monday, February 27, 2017

Surabaya Ingin Pasar Tradisional untuk Wisata

Banyak yang belum menyadari bahwa pasar tradisional bisa menjadi potensi wisata. Kendati demikian, masih ada yang peduli pada hal tersebut. Salah satunya adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Tri Rismaharini memang dikenal sebagai sosok yang memiliki gagasan-gagasan maju yang kerap dianggap kontroversi. Tetapi demi kemajuan warganya, ia teguh pada prinsip yang dimilikinya.

Risma, begitu ia biasa dipanggil, memiliki cita-cita menjadikan pasar tradisonal menjadi lebih baik. Jauh dari predikat sumpek, becek, dan kumuh. Sehingga akan menjadi pilihan warga untuk belanja daripada di pasar modern.

"Saya berharap secepatnya pembangunan ini, karena kalau saya turun (dari Wali Kota Surabaya) yang kedua ini, saya ingin pasar Surabaya bagus semuanya," kata Risma, Sabtu (25/2/2017) seperti dilansir dari detikcom.

Risma juga mengambilalih kebijakan PD Pasar Surya sebagai BUMD dengan memperbaiki pasar tradisional. Ia memerintahkan pada lurah untuk mendokumentasikan kondisi pasar tradisional di wilayahnya masing-masing.

Secara terbuka Risma berencana untuk memperbaiki pasar dengan menarik kewenangan PD Pasar Surya. Setelah perbaikan berhasil dilakukan, maka ia akan mengembalikannya lagi kepada BUMD tersebut.

Risma juga memiliki parameter mengenai pasar yang memadai. Menurutnya, standart pasar yang bagus tidak harus mewah, tapi pasar yang bagus adalah pasar yang tidak hanya sekadar menjadi tempat jualan, namun juga bisa dijadikan sebagai tempat wisata, sehingga orang senang lagi belanja di pasar.

"Indikatornya sederhana, jika anak-anak kecil, remaja dan anak muda mau ke pasar tradisional, maka itu sudah berhasil, itu kuncinya karena mereka juga sudah mengenal minimarket," lanjut Risma.

Selain itu, pasar yang bagus itu pasar yang tidak becek, gampang dicari dan tempat berjualannya sudah ada kategori masing-masing, seperti ini tempatnya daging-daging, tempatnya sayur-sayuran dan bahan-bahan lainnya.

Sebagai langkah awal, Risma mengutus timnya untuk melihat secara langsung pengelolaan pasar tradisional yang terintegrasi dengan wisata di Denpasar, Bali. Sesuatu yang patut diapresiasi mengingat Bali telah menjadi salah satu magnet pariwisata Indonesia.

Keinginan Risma untuk menjadikan pasar tradisional lebih nyaman juga telah dilakukan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Bahkan, Kang Emil telah menyelesaikan pembangunan pasar tradisional yang tidak saja berkesan modern tetapi higienis dan hemat energi.

Johanes Indra | traveltoday, dari berbagai sumber

 
Read more