Showing posts with label Unique Destinations. Show all posts
Showing posts with label Unique Destinations. Show all posts

Friday, August 11, 2017

Transaksi Tedong di Toraja, Ketika Seekor Kerbau Begitu Bermakna

Menikmati eksotisme Toraja belumlah komplit bila belum mampir di Pasar Bolu Rantepao, Toraja Utara. Sebuah pasar yang unik, karena pada hari-hari tertentu akan ramai proses transaksi “Tedong” atau kerbau yang dikhususkan untuk upacara adat pemakaman Toraja. Tak ayal, sebuah proses transaski yang mungkin melebihi bursa efek, dimana milyaran uang uang mengalir.

Tentu transaksi “Tedong” di pasar ini, mempunyai caranya yang khas untuk “uji tuntas” atau sering disebut due diligence dalam lantai bursa. Transaksi benar-benar mempunyai kriteria ketat, bahkan sulit untuk dinalar dalam transaski jual beli hewan pada umumnya.

Harga kerbau bahkan bisa mencapai miliaran, tergantung tipe atau jenis yang menentukan kastanya. Biasanya, kerbau akan dilihat dari ukuran, bentuk, tanduk serta perpaduan warnanya.

Kerbau yang paling mahal, adalah kerbau “Saleko” atau sering disebut kerbau bule. Menurut laman torajaparadise.com, harganya bisa sangat fantastis mencapai miliaran rupiah. Cirinya, kerbau mempunyai warna kulit yang unik, perpaduan warna dasar putih serta belang hitam, dengan tanduk kuning gading serta bola mata berwarna putih. Sedangkan kerbau yang paling murah, disebut sebagai kerbau Kudu yaitu kerbau hitam biasa.

[caption id="attachment_1751" align="aligncenter" width="640"] Kerbau-kerbau yang menanti pembeli di Pasar Bolu Rantepao, Toraja Utara. (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Mengapa, transaksi “Tedong” begitu mahal, hal itu karena menyangkut ritual adat “Rambu Solo” sebuah ritual upacara pemakaman. Sebuah ritual yang sering disebut Aluk Rampe Matampu. Sebuah ritus pemakaman yang berarti “sesudah pukul 12, ketika matahari sudah berada di sebelah barat.”

Hal itu, menyangkut sebuah pandangan budaya bahwa selama hidup ini, masyarakat Toraja hendaknya bekerja keras untuk mengumpulkan kekayaan yang harapannya untuk mengirimkan mereka selamat menuju haribaan surga. Maka, transaksi “Tedong” yang begitu mahal, bukan sesuatu yang menggelisahkan bagi mereka.

Benar, kata orang, istilah Toraja berasal dari bahasa Bugis, riaja, yang berarti "orang yang berdiam di negeri atas." Untuk itu, jangan lupa ya, jika berkunjung ke Tana Toraja, mampirlah ke Pasar Bolu Rantepao Toraja Utara. Bukan sekadar pasar biasa, Pasar Bolu menyajikan sebuah fenomena budaya yang khas dan mewarnai pesona Indonesia ini.
Read more

Berkunjung ke 'Negeri Atap Angin' Toraja

Memang benar, ketika Anda mengunjungi Tana Toraja, Anda akan disuguhi fenomena budaya yang unik dan eksotis menyangkut kematian dan pemakaman. Maka, benar apa yang sering dikatakan banyak orang, mengunjungi Tana Toraja seperti memasuki negeri “atap angin” (highlanders).

Dalam laman ancient-origins.net, pada zaman sebelum Belanda mendatangi Tana Toraja, ada banyak permukiman otonom yang mempraktikkan animisme. Sebagian besar dari mereka memandang kebersatuan antara dunia, termasuk hewan, tumbuhan, dan bahkan bahkan benda mati yang memiliki kebersatuan dalam kosmos spiritual.

Awalnya, Tana Toraja menjadi negeri “atap angin” yang tak tersentuh. Namun, semenjak misionaris Belanda tiba, akhirnya mulai masuklah agama lain yang bertemu dan berpadu dengan adat Toraja.

Tetapi, Anda sekarang ini masih menyaksikan keindahan dan eksotisme negeri Toraja dengan pemakaman purbanya yang begitu unik. Sebuah tradisi pemakaman kuno yang telah dipraktekkan selama berabad-abad dan dikenal sebagai tradisi pemakaman yang paling kompleks di dunia. Mereka menamai dengan istilah adat “Rambu Solo” dengan sisa-sisa nuansa kepercayaan Aluk Todolo atau "Jalan Leluhur."

Bagi orang Toraja, kehidupan berdekatan dengan kematian. Bagi mereka, pemakaman adalah perayaan besar kehidupan, sama seperti pesta dimana hal itu merupakan kesempatan seluruh keluarga almarhum dan semua anggota desa ambil bagian.

Oleh karena itu, jika Anda mengunjungi Tana Toraja, buatlah daftar mana saja yang siap Anda datangi. Mulailah dari yang paling dikenal, yaitu wisata desa Kete Kesu. Sebuah desa yang dirajut begitu apik dengan kompleks rumah adat Tongkonan. Pada bagian atas tebing, terdapat kuburan batu yang berusia ratusan tahun.

[caption id="attachment_1746" align="aligncenter" width="640"] Kete Kesu (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Lalu, ada wisata Londa yang dikelilingi perbukitan curam yang begitu mistik nan eksotis. Nuansa Londa memang agak berbeda dengan Kete Kesu. Londa lebih memberikan nuansa mistik. Bahkan, di Londa yang terletak kurang lebih sekitar 7 km di selatan Kota Rantepao ini, dikenal ada kisah tragis sepasang muda-mudi yang meninggal bunuh diri karena tidak direstui keluarga. Mereka dimakamkan bersama ratusan pemakaman yang lain. Hanya, karena sepasang muda-mudi ini mempunyai status sosial yang rendah dan mati bunuh diri, tidak dimakamkan di atas bukit, namun di dalam gua yang curam.

[caption id="attachment_1745" align="aligncenter" width="640"] Londa (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Daftar berikutnya yang tak kalah asyik, adalah wisata Bori Parinding. Dimana di tempat ini, terdapat puluhan makam batu yang ditata dengan batu-batu menhir berukuran raksasa. Batu-batu menhir tersebut nantinya berfungsi sebagai tiang untuk mengikat kerbau yang akan disembelih saat upacara Rambu Solo.

[caption id="attachment_1744" align="aligncenter" width="640"] Bori Parinding (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Jangan lupa juga, mampirlah ke Lokomata, sebuah pemakaman dengan batu besar di pinggir jalan. Di Lokomata, ada sebuah batu berukuran raksasa yang dilubangi untuk menempatkan jenazah orang yang meninggal.

[caption id="attachment_1743" align="aligncenter" width="640"] Lokomata (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]

Silakan Anda pilih, tentu masih banyak wisata eksotis nan mistik di Tana Toraja ini. Siapkan cara pandang Anda, untuk melihat keunikan itu. Keunikan dari sisa-sisa peradaban purba yang begitu asyik untuk dinikmati. Apalagi, Tana Toraja sudah menjadi keindahan dunia, bahkan terekam dalam sorot kamera National Geographic untuk dihadirkan di tingkat dunia.
Read more

Wednesday, August 9, 2017

Sensasi Relaksasi Vanaprastha Gedong Songo Park

Pergi ke Vanaprastha Gedong Songo Park yang belum saya ketahui, awalnya sedikit mengutuk suami. Diajaknya saya ikut acara kantornya, di sebuah taman di Gedong Songo.  Semua orang tahu bagaimana lelahnya mengitari kompleks Gedong Songo, hal yang telah lama saya hindari karena saya kurang berolah raga. Kali ini suamilah yang memiliki gagasan untuk membuat acara di atas sana selama dua hari. Huff...

Memang tanjakannya bukan main bagi saya, meski sebenarnya hanya separuh jalan. Masuk ke lokasi Kompleks Candi Gedong Songo, kami serombongan berjalan bersama. Lama-kelamaan, kami berpencar dan berjarak,  karena tak semuanya kuat menanjak dengan kecepatan yang sama.

Hampir sampai di lokasi, jantung berdegup kencang, nafas ngos-ngosan, tubuh menjadi panas dan berkeringat, padahal kabut udara malam yang dingin mulai berdatangan. Diam-diam saya bertekad, tak ingin lagi mengulangi perjalanan ini. Tentu, sambil sedikit mengomel pada suami yang seolah ingin memberi sebuah kejutan.

[caption id="attachment_1653" align="aligncenter" width="1536"] Sisi lain Vanaprastha Gedong Songo Park, indah bukan? (foto: Sandra Palupi)[/caption]

Dan, yah... Setelah melewati tulisan Vanaprastha Gedong Songo Park, sampailah saya pada komplek rumah kayu yang besar dan kokoh. Rumah-rumah itu seperti berada di dalam pelukan pohon-pohon pinus. Amboi, indahnya... Kami akan menginap semalam di sana, dan saya langsung merasakan sensasi relaksasinya. Alam yang begitu mempesoana. Di sini suami senyum-senyum simpul memperhatikan ekspresi saya. Dia tahu, kali ini pasti menang lagi. Hahaha... Tapi saya tidak peduli.

Saat suami sibuk mengurusi acara kantornya, saya berada di sebuah kamar namun erus saja sibuk dengan rasa penasaran. Tak disangka, ternyata kawasan Gedong Songo memiliki keunggulan tingkat dunia. Menurut situs Visit Central Java, kawasan Gunung Ungaran memang  memiliki bioenergi terbaik di Asia. Energi alam yang bagus, positif dan bersih, terdapat di sini.

[caption id="attachment_1654" align="aligncenter" width="640"] Gambar dalam rumah kayu di lokasi Vanaprastha Gedong Songo Park. (foro: Sandra Palupi)[/caption]

Bionergi yang bersih sangat penting bagi kebugaran tubuh. Dengan menghirup energi positif alam itu, tubuh dan pikiran akan berasa segar. Energi dalam tubuh dan pikiran yang terbarukan oleh energi positif alam, akan membuat kita mampu memunculkan gagasan-gagasan segar. Dan dengan begitu, kita akan dapat menciptakan kemajuan dan meningkatkan kualitas hidup.

Inilah mengapa Perum Perhutani mendirikan rumah kayu jati di sini. Tak hanya menyuguhkan wisata sejarah, namun juga wahana wisata rumah kayu. Bionergi terbaik inilah yang hendak disuguhkan bagi para wisatawan. Pas juga untuk para wisatawan yang senang melakukan relaksasi, yoga, reiki, meditasi, dan sebagainya. Saya tambahkan pula, ini pas pula untuk penulis mereguk inspirasi. Hehehe...

Di Vanaprastha Gedong Songo Park, berdiri tiga rumah heritage. Ternyata, rumah kayu jati yang sedang saya singgahi ini, telah berumur lebih dari satu abad. Pada jaman Belanda, bangunan ini yang dahulu disebut jati bedrig, digunakan sebagai rumah pejabat perusahaan kehutanan yang mengelola jati di Jawa. Kemudian dari lokasi-lokasi hutan Jati di Jawa, Perum Perhutani memindahkan tiga unit ke kompleks Candi Gedong Songo untuk keperluan kepariwisataan. Wow, bukan main.

[caption id="attachment_1655" align="alignnone" width="1536"] Siapa yang mampu menolak pemandangan indah ini. Rumah kayu jati berumur lebih seabad di Vanaprastha Gedong Songo Park. (foto: Sandra Palupi)[/caption]

Persis seperti yang saya temukan di situs Perhutani, selain fasilitas villa atau rumah kayu, dalam Vanaprastha Gedong Songo Park, juga ada taman pinus, taman bermain anak, area camping, dan kursi tempat bercengkerama sembari menyesap dinginnya udara yang tertiup angin. Dibangun pula gazebo yang dapat dimanfaatkan untuk yoga dan meditasi, cocok sekali bagi yang menginginkan ketenteraman.

Baiklah, saya mengaku kalah. Diam-diam, saya ingin merasakan sensasi relaksasi lagi, di Vanaprastha Gedong Songo Park!
Read more

Saturday, August 5, 2017

Kampung Dolanan Pandes, Bakal Dekatkan Anak pada Mainan Tradisional

Kampung Dolanan Pandes cukup membikin penasaran untuk tujuan wisata. Saya kagum dengan geliat penduduk dusun yang banyak disiarkan di televisi itu. Beberapa dari mereka secara turun temurun membuat mainan tradisional anak, bahkan mempertahankannya.

Dorongan terbesar berasal dari keresahan saya pada mainan tradisional masa kanak-kanak yang tergusur oleh mainan modern. Saya ingin kedekatan anak pada nuansa masa, ketika anak-anak punya semangat karya membuat mainannya sendiri.

Menurut Putri Gita lewat Warga Jogja, Kampung Dolanan ini muncul dari inisiatif sejumlah warga di Dusun Pandes setelah tragedi Gempa Jogja 2006. Salah satu tujuannya adalah membantu pemulihan trauma anak-anak akibat gempa. Wargapun menghidupkan kembali Kampung Dolanan yang di masa lalu memang menjadi pusat pembuatan dolanan anak.

Ketika sampai di salah satu rumah, kami melihat banyaknya bentuk dolanan anak yang berada di teras. Di sana saya biarkan anak-anak bertanya dan menikmati bentuk-bentuk dolanan yang tersedia. Ada seorang Bapak keturunan Mbah Atemo yang sedang melakukan pewarnaan sederhana pada wayang kertas buatannya.  Ah, ada angkrek, wayang, dan payung kertas yang masing-masing hanya seharga dua ribu lima ratus rupiah.

[caption id="attachment_1547" align="aligncenter" width="477"] Dolanan anak; kepat dan wayang yang terbuat dari bambu dan kertas dengan pewarna sederhana. (foto:Sandra Palupi)[/caption]

Berdasar keterangan dari kediaman Mbah Atemo, kami menuju ke rumah Mbah Joyo. Beliau sudah sepuh tetapi produktif dalam karya. Di rumah sederhananya, anak-anak sangat girang melihat keunikan kitiran warna-warni, othok-othok, kandangan, klontongan, juga kipat kertas. Betapa hebat hasil kriya simbah-simbah yang usianya sudah lebih dari 80 tahun ini.

[caption id="attachment_1548" align="aligncenter" width="406"] Menatap hasil karya Mbah Joyo, Simbah yang usianya lebih dari 80 tahun ini. (foto: Sandra Palupi)[/caption]

Oh ya, anak-anak muda yang hilir mudik sambil membawa kamera dan video rekam nampaknya pemandangan biasa bagi penduduk Dusun Pandes. Banyak mahasiswa yang melakukan penelitian, juga wartawan yang meliput Kampung Dolanan yang unik ini.

Bimo, salah satu pengelola dari Komunitas Pojok Budaya, bicara dalam Atmajaya News; visi dari komunitas ini adalah ingin membantu dalam perwujudan masyarakat yang mandiri, berbudaya, religius, dan peduli lingkungan sekitar. Ada juga kegiatan Kelompok Bermain Among Siwi, pelestarian budaya, dan paket outbond untuk para pengunjung.

Pak Wahyudi, perintis Kampung Dolanan Anak ini mengungkapkan bahwa nilai edukasi dalam sebuah permainan ini ada yang disebut multiple intelligent  atau kecerdasan majemuk, yang terdiri atas kecerdasan irama, kinestetis dan rasa, atau dalam Bahasa Jawanya wiromo, wiroso dan wirogo.

Nah, apakah anda ragu berkunjung? Anak-anak Anda pastinya membutuhkan inspirasi ini.
Read more

Thursday, February 23, 2017

Kutu Buku Harus ke Sini!

Membaca buku adalah sebuah keasyikan tersendiri. Hobi yang satu ini tak sekadar memberikan wawasan yang luas tapi juga inspirasi. Tetapi, seorang kutu buku akan berbahagia jika ia bisa berkelana ke toko-toko buku independen yang berada di sejumlah negara di Eropa. Apalagi jika mereka bisa mendapatkan buku-buku idaman di toko-toko itu.

Traveltoday memilihkan sejumlah toko buku unik dan bersejarah di Eropa yang patut dikunjungi oleh para pecinta buku:

[caption id="attachment_1175" align="aligncenter" width="602"] Ketidakteraturan yang menyenangkan penggila buku di Acqua Alta, Venezia. Foto: www.venice-italy-veneto.com[/caption]

  1. Aqua Alta di Venezia, Italia


Di Acqua Alta kita akan berdecak kagum. Perahu, gondola, dan kano berfungsi sebagai rak buku. Buku-buku baru dan bekas ada di sana.

Jika kita terlalu mencintai keteraturan, toko buku ini bukan tempat yang cocok untuk dikunjungi. Kesannya memang berantakan, tetapi bagi banyak orang hal itu merupakan ketidakteraturan yang mengasyikkan. Penggila buku adalah petualang, bukan?

 

[caption id="attachment_1176" align="aligncenter" width="597"] Seorang pecinta buku tengah mengamati dan memilih kloekst buku di Shakespeare and Co, Paris. Foto: img02.deviantart.net[/caption]

  1. Shakespeare and Co di Paris, Perancis


Shakespeare and Co menjadi salah satu tujuan wisata budaya bagi banyak orang yang berkungjung ke Paris. Toko ini tidak hanya menarik minta mereka yang gila baca tetapi juga para turis yang ingin jejaknya tercetak di kota yang menjadi salah satu destinasi wisata paling tersohor di Eropa ini.

Toko buku kecil ini letaknya di sisi Sungai Seine, berseberangan dengan Notre Dame dan didirikan oleh orang Amerika pecinta literasi bernama George Whitman pada tahun 1951.

Sejak awal dibuka, Shakespeare and Co telah menjadi tempat bertemunya para penulis terkemuka seperti James Baldwin, Anaïs Nin, Julio Cortázar, Lawrence Durrell, Henry Miller, Richard Wright, Allen Ginsberg, William Burroughs, and William Saroyon. Begitulah yang terceritakan dalam website resmi mereka.

 

[caption id="attachment_1177" align="aligncenter" width="626"] Word on the Water di London menjadi daya pikat baru bagi penggila buku. Foto: www.travelaway.me[/caption]

3. Word on the Water, di tepi Kanal London, Inggris

Paddy Screech mengawali kisah ini di tahun 2011. Setelah ia meninggalkan pekerjaan lamanya, toko buku terapung ini mulai mewarnai area di sekitar Kanal London’s Regent yang berada tak jauh dari Stasiun Paddington.

Perahu ini mungkin Nampak kecil sebagai sebuah toko buku dengan ribuan koleksi. Tetapi, ini tak sekadar toko melainkan menjadi tempat tinggal Screech.

Seperti dilansir dari theguardian.com, Screech mengatakan, “Ini merupakan lambing independensi. Toko buku adalah budaya, dan toko buku independen tidak kepayahan karena banyak orang yang tidak menginginkannya – tentu saja karena mad property market ini.”

 

[caption id="attachment_1178" align="aligncenter" width="596"] Selalu ada cara mengenalkan sastra dan budaya. Cara Tell A Story ini sungguh puny daya. Foto: www.inhabitat.com[/caption]

  1. Tell a Story di Lisbon, Portugal


Konsep Tell A Story ini ringkas dan efektif. Sebuah toko buku di mobil van. Karena itulah ia akan bergerak dan berhenti di sejumlah lokasi yang menjadi perhatian para wisatawan di Lisbon. Tentu saja hal itu bukan tanpa tujuan lho. Utamanya, mereka ingin mengenalkan sastra Portugis dalam bahasa Inggris kepada para turis.

Kadangkala tim Tell A Story juga berkelana ke penjuru Portugal. Tak hanya buku yang mereka jual. Ada pula pulpen dan kartu pos. Harapannya, banyak orang yang akan menuliskan kisah mereka di kartu pos dan mengirimkannya kepada sahabat, keluarga, dan siapapun juga. Just tell a story…..

 

[caption id="attachment_1179" align="aligncenter" width="594"] Mabuk yang tak membuat ambruk. Jadilah Atlantis Books. Foto: Hayley Igarashi, www.goodreads.com[/caption]

  1. Atlantis Books di Santorini, Yunani


Jangan pandang pemabuk dengan sebelah mata! Ini benar. Para pemabuk seringkali menghadirkan ide-ide gila bahkan brilian. Pergilah ke Atlantis Books di Santorini, Yunani.

Seperti yang dikisahkan theguardian.com ada dua orang mahasiswa Oxford yang sedang berlibur di Santorini pada 2004 lalu. Mereka mabuk lalu memutuskan untuk membuka sebuah toko buku yang berhadapan langsung dengan lautan lepas.

Setelah keduanya lulus kuliah niatan itu diwujudkan dengan sejumlah kegilaan lain ala pemabuk. Salah satunya ada tertulis: Anda Bisa ‘Menyewa Seekor Kucing’ Selagi Membaca. Hahaha.

Bagaimana, kutu buku? Apakah wangi kertas dari halaman-halaman buku di toko-toko buku independen yang kami referensikan menggugah kegilaanmu? Semoga.

Johanes Indra | traveltoday - dari berbagai sumber
Read more

Tuesday, January 10, 2017

Negeri-negeri Dongeng di Bumi

1. Pegunungan berwarna-warni

[caption id="attachment_970" align="aligncenter" width="736"] Vinicunca, foto: Pinterest[/caption]

Biasanya pegunungan berwarna hijau. Berbeda di Kota Cusco, Peru terdapat pegunungan yang berwarna-warni seperti pelangi. Warnanya merah, kuning, biru, putih dan hijau serta tidak ada secuil pohon pun. Inilah pegunungan Vinicunca!

2. Gua yang menyala

[caption id="attachment_971" align="aligncenter" width="800"] Waitomo Glowworm, foto: bookme[/caption]

Gua itu gelap dan lembab. Apa jadinya jika di dalam gua, justru ada cahaya yang menyala di langit-langitnya. Inilah Negeri Dongeng di Selandia Baru tepatnya di North Island, Waitomo Glowworm!

3. Danau pink

[caption id="attachment_972" align="aligncenter" width="790"] lake hillier, foto: amuzing planet[/caption]

Danau warnanya pink, sungguhan ada di dunia. Inilah Danau Hillier di Kepulauan Recherche, Australia Barat. Banyak orang bilang, danau ini sudah seperti milkshake stroberi saja!

4. Air terjun api

[caption id="attachment_973" align="aligncenter" width="740"] Horsetail fall, foto: Placestoseeinyourlifetime[/caption]

Yosemite National Park di California, AS memiliki fenomena yang disebut seperti Negeri Dongeng. Fenomena yang berupa air terjun menyala, seperti api. Horsetail Firefall, inilah air terjun api!

5. Api biru

[caption id="attachment_974" align="aligncenter" width="640"] Blue Fire, Kawah Ijen, foto: kompas[/caption]

Negeri Dongeng di Indonesia, memangnya ada? Memangnya ada fenomena alam yang unik di Indonesia yang sulit ditemukan di negara lain? Jawabannya, Indonesia memang punya banyak fenomena alam yang unik. Salah satunya yang cuma ada dua di dunia (satu lagi di Islandia) adalah fenomena blue fire alias api biru!

sumber: detik.com

 
Read more

Sunday, December 11, 2016

10 Tahun Lagi, Impian Liburan ke Bulan Bisa Terwujud

DALAM satu dekade mendatang, wisatawan dapat memikirkan rencana berlibur ke Bulan daripada ke ujung dunia di Moskow. Kini, perusahaan swasta yang ingin mengkhususkan diri dalam perjalanan bulan, Moon Express, mengumumkan baha impian banyak warga bumi akan jadi kenyataan.

Perusahaan swasta yang dibuat dengan keputusan pemerintah Amerika Serikat telah diberi lampu hijau untuk mendarat di bulan oleh Federal Aviation Administration. Dilansir dari Lonelyplanet, Kamis (8/12/2016), Moon Express pun menjadi perencana perjalanan pertama ke bulan per 2026.

(foto: John Raoux-AP)


Pendiri dan ketua perusahaan tersebut, Naveen Jain, mengatakan bahwa tiket perjalanan akan dibandrol sekira USD10.000 atau Rp130.000.000. Langit tidak menjadi batasan untuk Moon Express, melainkan launchpad. Terobosan ini adalah lompatan raksasa lain untuk kemanusiaan, katanya.

"Perjalanan ruang angkasa kami adalah langkah ke depan untuk memastikan kelangsungan hidup kita dan menciptakan masa depan yang tak terbatas untuk anak-anak kita. Dalam waktu dekat, kita bisa membayangkan bagaimana logam dan batuan bulan dapat dikirim ke bumi," tuturnya.

Rekan penemu dan chief executive Moon Express Bob Richards mengatakan, persetujuan misi The Moon Express 2017 ini penting untuk mencari pengetahuan dan sumber daya baru untuk memperluas lingkup ekonomi bumi untuk kepentingan seluruh umat manusia.

sumber: okezone.com
Read more

Monday, December 5, 2016

Menjelajahi Dunia Avatar di Walt Disney World

Taman bermain Walt Disney World mengumumkan akan segera membuka wahana baru yang terinspirasi dari film Avatar (2009). Wahana itu diberi tajuk Pandora, dan baru akan dibuka pada musim panas tahun depan, seperti yang dikutip dari The Independent pada Minggu (4/12).

Menjelang pembangunannya, Walt Disney World merilis sejumlah foto dan video yang semakin membuat penasaran pengunjung, terutama yang menggemari film karya sutradara James Cameron itu.

Sebelum membuka Pandora, taman bermain yang terletak di Florida, Amerika Serikat itu belum lama ini membuka wahana Animal Kingdom, yang dibangun sejak 2011 dan selesai pada 2014.

Berkonsep sama dengan Animal Kingdom, pengunjung bisa bersentuhan langsung dengan dunia Avatar.

Saat masuk ke dalam wahana, pengunjung akan disambut oleh iringan Shaman of Songs dan sejumlah karakter robot Avatar, yang menyerupai bentuk aslinya dalam film.

Setelah itu, pengunjung bisa mengelilingi wahana, dengan berjalan kaki atau naik perahu melintasi Na’vi River Journey.

Tak hanya robot dan sungai, di wahana ini juga, pengunjung bisa menikmati suasana dengan mendatangi restoran dan toko yang bertema Avatar.



sumber: cnnindonesia.com
Read more

Sunday, December 4, 2016

5 Pulau Kucing di Jepang



1. Pulau Tashirojima, Miyogi, Jepang





Di Jepang, ada beberapa pulau yang kebanyakan penghuninya adalah kucing. Salah satunya pulau Tashirojima. Pulau Tashirojima adalah sebuah pulau kecil di Ishinomaki, Miyogi, Jepang tepatnya di Samudra Pasifik di lepas Semenanjung Oshika, di sebelah barat Ajishima. Pulau ini sering dikenal dengan nama Cat Island karena populasi kucing liar yang sangat besar yang tumbuh pesat dan terjamin karena akibat dari kepercayaan lokal bahwa memberi makan kucing akan membawa kekayaan dan keberuntungan. Populasi kucing sekarang lebih jauh besar dari populasi manusia di pulau itu. Dulu, pulau ini dihuni oleh 1000 orang penduduk tetapi makin lama populasi manusia makin berkurang yang tinggal di pulau ini dan sekarang hanya sekitar 100 orang yang tinggal di pulau ini, dengan usia rata-rata diatas 65 tahun. Berbanding terbalik dengan populasi manusia dan seiring waktu yang berjalan, kucing-kucing di pulau ini berkembang biak hingga populasi kucing di pulau ini makin lama makin banyak.

Awalnya kucing-kucing ini dibawa ke pulau ini untuk mencegah populasi tikus yang merupakan predator alami ulat sutera, yang merupakan pekerjaan utama penduduk pulau itu. Setelah zaman Edo banyak nelayan datang menginap di pulau ini, dan mempelajari tingkah laku kucing-kucing untuk memprediksikan cuaca dan ikan. Masyarakat setempat percaya dengan menyayangi dan merawat kucing-kucing tersebut akan membawa kesejahteraan dan keberuntungan. Suatu hari, ketika para nelayan sedang mengumpulkan batu yang digunakan untuk menepu, batu tesebut nyasar jatuh dan membunuh seekor kucing. Para nelayan, merasa menyesal atas kematian kucing tersebut, mereka menguburkannya dan mengabadikan lokasi tersebut.

cat-shrine

Sebelumnya, Cat Island yang berada di pulau Tashirojima ini tidak dilirik sebagai destinasi wisata. Tapi, seorang fotografer bernama Fubirai, menghabiskan waktu selama lima tahun mendokumentasikan kegiatan kucing-kucing di pulau tersebut dan kemudian menggunggahnya ke blog pribadinya. Lama-kelamaan, blog kucing Fubirai menjadi terkenal yang berimbas pada meningkatnya jumlah wisatawan di Tashirojima.

Menuju ke Pulau Kucing di Jepang ini pun cukup mudah karena bisa diakses melalui feri dari Ishinomaki, kota tetangganya. Para turis kebanyakan hanya melakukan perjalanan satu hari dan mereka melewatkan waktu dengan bermain bersama para kucing seharian.

Pulau-Kucing-di-Jepang




2. Pulau Aoshima, Miyazaki, Jepang





Pulau Aoshima merupakan pulau bagian selatan di Jepang. Pulau kecil yang terletak di Miyazaki, prefektur Miyazaki, Jepang ini merupakan pulau lain yang dihuni segerombolan kucing. Sama halnya di pulau Tashirojima, populasi kucing di pulau ini lebih banyak dibanding populasi manusianya. Awalnya, kucing ini dipakai oleh para nelayan untuk mengusir tikus yang menggerogoti kapal nelayan.

Tahun 1945, sekitar 900 warga mendiami pulau ini. Seiring berjalannya waktu, kucing tersebut berkembang biak hingga jumlahnya 6:1 dengan manusia. Saat ini pulau yang terhubung dengan jembatan Yayoi ke pantai pulau Kyusu ini hanya memiliki 20 jiwa penduduk. Mayoritas penduduk di pulau ini merupakan pensiunan perang yang hijrah bersama gelombang migran pencari kerja setelah Perang Dunia II. Sementar alebih dari 120 kucing liar yang memenuhi pulau ini.

Satu-satunya tanda kehidupan di sini adalah muatan kapal sehari-hari yang merapat di pulau ini. Aoshima bukanlah surga wisata karena tidak adanya mobil, restoran, toko-toko, dan kios yang menjual makanan ringan. Tapi bagi para pecinta kucing pasti sangat menyukai tempat ini.

cat-islandJika teman-teman mau berkunjung ke pulau kucing ini jangan lupa bawa bekal yang banyak ya. Selain untuk diri sendiri, teman-teman juga bisa memberikan makanan yang teman-teman bawa untuk kucing di pulau ini. Kucing yang berada di pulau Aoshima ini dianggap berbeda. Mereka tidak terlalu pemilih dalam hal makanan. Mereka dapat bertahan hanya dengan butir nasi, makanan berenergi, atau kentang yang diberikan turis.




3. Pulau Enoshima, Kanagawa, Jepang





Pulau Enoshima merupakan pulau kecil di lepas pantai prefektur Kanagawa, selatan Tokyo. Enoshima dapat dicapai dengan berjalan kaki dari jembatan Stasiun Katase Enoshima. Daerah ini terkenal karena kuil yang berada di dalam sebuah gua dan legenda seekor naga yang mencintai seorang gadis cantik. Pada peta diatas yang ditandai dengan warna ungu merupakan lokasi yang dihuni oleh kucing. Berbeda dengan pulau Tashirojima dan Aoshima, di pulau Enoshima kita hanya dapat menjumpai kucing-kucing di tempat tertentu saja tetapi populasi kucing di pulau ini juga sama banyaknya dengan populasi kucing yang berada di Tashirojima dan Aoshima.

Pulau Enoshima merupakan tempat wisata favorit warga Tokyo dan Yokohama untuk melepas penat mereka dari rutinitas kota. Pulau ini terhubung dengan jembatan sepanjang 600 meter sebelah selatan Tokyo tak jauh dari pintu keluar stasiun Enoshima. Pulau ini memiliki suasana dan bentuk pantai serta ombaknya yang mirip dengan California. Tak heran jika pulau ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit turis lokal dan mancanegara. Selain pantainya yang mengagumkan, di pulau ini terdapat tempat-tempat menarik yang wajib dikunjungi.

01.-Enoshima-Kanagawa-PrefectureA. Kuil Enoshima

DSC03907Untuk menuju kuil Enoshima teman-teman harus melalui jalan kecil yang disisi kiri kanannya terdapat deretan toko. Setelah melalui deretan toko itu teman-teman langsung dapat melihat gerbang menuju kuil, tetapi untuk sampai ke dalam kuil teman-teman harus berjalan melalui tangga yang ada di gerbang kuil. Enoshima memiliki tiga kuil yang terletak pada ketinggian berbeda-beda, yaitu Hetsunomiya Jinja, Nakatsunomiya Jinja, dan Okutsunomiya Jinja. Kata jinja menandakan bahwa kuil-kuil ini adalah milik penganut Shinto. Di kuil yang pertama (Hetsunomiya) ada patung yang cukup langka, yang menampilkan dewi Benzaiten dalam kondisi tidak berbusana, sedang memainkan alat musik biwa.

enoshima-07Sejak lama Enoshima menjadi tempat persinggahan spiritual. Tidak heran, di pulau yang tidak seberapa besar itu, terdapat banyak kuil, altar, dan tempat berdoa (termasuk tempat menggantungkan gembok cinta dan membunyikan bel doa demi kelanggengan cinta). Kalau teman-teman lagi beruntung, teman-teman bisa bertemu dengan hewan lucu dan menggemaskan adiknya harimau, yaitu kucing di kuil ini.

1.-Enoshima-Kanagawa-PrefectureB. Samuel Cocking Garden


enoshima-16Samuel Cocking Garden merupakan taman peninggalan seorang Irlandia bernama Samuel Cocking yang datang ke Jepang di abad ke-19. Ia menikahi seorang perempuan Jepang dan berbisnis di negara tersebut sampai akhirnya ia bisa membeli tanah di Enoshima, di mana ia lantas mendirikan vila dan membangun taman yang indah. Kini, yang tersisa dari rumah kacanya (yang hancur dihajar gempa besar tahun 1923) adalah pondasinya. Banyak sekali tanaman dan bunga yang ditanam di taman ini. Di sini juga kita bisa menjumpai kucing yang akrab dengan si pengelola taman.enoshima-08




4. Pulau Okishima, Shiga, Jepang





data=RfCSdfNZ0LFPrHSm0ublXdzhdrDFhtmHhN1u-gM,xWo7SOfvKhU34MH6XxeJcEIxP2a4dV6Kdsd8JA2UKxl4zWMEUk81wB3Q9D8cN9pYVBxBE-uaVK9ms8mq8BmYwLUmdlcp3R1dCzRd-63v2UmS_YjMB7qlTbNImA9LIQtIVNTIhYEkjkBGOkishima adalah satu-satunya pulau di danau air tawar yang berada di prefektur Shiga. Okishima berjarak sekitar 1.5 km dari kota Omi-Hachiman. Untuk menuju kesana teman-teman bisa naik bis dari stasiun Omi-Hachiman menuju pelabuhan Horikiri dan dari pelabuhan Horikiri teman-teman naik kapal untuk menuju pulau ini. Mayoritas penduduk di pulau ini bekerja sebagai nelayan dan hanya dihuni sekitar 350 keluarga beserta kucing.okisima5Jika teman-teman berkunjung ke pulau ini pada musim semi di bulan April, teman-teman dapat menyaksikan festival bunga sakura Okishima dan menikmati indahnya bunga sakura yang mekar di seluruh pulau ini. Tapi dari sekian banyak pohon sakura di pulau ini, ada deretan pohon sakura yang paling menarik. Deretan pohon sakura itu terletak di sisi barat, di luar kuil Saifukuji. Setelah bunga sakura semuanya mekar, seluruh pulau tampak dilingkari warna pink. Di Okishima kita tidak akan menemukan mobil atau motor, jika teman-teman ingin berkeliling di pulau ini teman-teman bisa berkeliling dengan sepeda. Selain terdapat bunga sakura di pulau ini juga kita dapat temui kucing-kucing yang lucu.okisima1




5. Pulau Manabeshima, Okayama, Jepang





manabeshimaPulau Manabeshima merupakan pulau yang berada di Laut Pedalaman Seto, bagian dari kotamadya Kasaoka, Okayama, Jepang. Pulau ini memiliki luas 1.49 km / 0.93 mil. Pulau ini merupakan salah satu pulau berpenghuni dari kelompok tujuh pulau Kasaoka. Mayoritas penduduk Manabeshima sangat menyukai memancing. Pulau ini terletak 31 km / 19 mil menggunakan perahu dari pulau utama Jepang Honshu. Udara yang hangat juga membuat banyak produser film melakukan produksi di pulau ini. Pulau Manabeshima tentunya cocok bagi pencinta kucing yang juga suka cuaca hangat. Untuk menuju ke pulau ini teman-teman bisa naik kapal dari pelabuhan Kasaoka.

sumber: unikduniaku.com

Read more

Friday, December 2, 2016

Dulu Diburu, Kini Penyu Dilestarikan di Kampung Penyu Kepulauan Selayar

Kepulauan Selayar - Traveling ke Kepulauan Selayar, kalian bisa datang ke Kampung Penyu. Dulu warga kampung berburu penyu, namun sekarang mereka insaf dan justru melestarikannya.

Kepulauan Selayar tak hanya kaya dengan wisata bahari. Tapi juga wisata ekologi yaitu Kampung Penyu, yang terletak sekitar 10 kilometer dari Kota Benteng.

Kampung Penyu merupakan singkatan dari Kerukunan Pemuda Pelindung Penyu dan dibangun sejak April 2013. Ada cerita menarik dibalik dibentuknya Kampung Penyu ini.

Ternyata ide Kampung Penyu berasal dari pencari dan pedagang telur penyu yang kini sudah mulai sadar akan pentingnya penangkaran. Sejak insaf, mereka kini turut melestarikan penyu yang statusnya dilindungi ini.

















(Esty/detikTravel)Foto: Esty Rahayu Anggraini
(Esty/detikTravel)




Kampung Penyu memiliki empat jenis penyu yaitu Penyu Abu-abu atau Lekang, Penyu Hijau, Penyu Sisik dan Penyu Tempayang. Saat ini, hanya tersisa Penyu Lekang di dalam penangkaran karena Penyu Hijau, Sisik dan Tempayang sudah dilepaskan ke pantai beberapa waktu yang lalu.

Selama musim bertelur, penyu-penyu di Kampung Penyu bisa menghasilkan hingga ribuan telur. Namun, dari sekian banyak telur yang berhasil menetas hanya sedikit. Itulah sebabnya penyu terancam punah.








(Esty/detikTravel)(Esty/detikTravel)


Wisatawan juga bisa loh ikut berpartisipasi dalam penangkaran penyu dengan cara ikut mengadopsi dan melepas penyu ke laut. Bagi wisatawan lokal dikenakan biaya Rp 25 ribu, sedangkan bagi wisatawan mancanegara Rp 50 ribu.

Nah, usia berapa sih tepatnya penyu siap dilepaskan ke laut? "Pelepasan kita di sini mulai usia 2 bulan. Kenapa kita lepaskan pada usia 2 bulan agar sifat alaminya tidak hilang. Jadi tidak terlalu tergantung dengan upaya pemberian makan," kata Datu, Ketua Pelestarian Kampung Penyu.

Traveler yang penasaran dengan Kampung Penyu di Kepulauan Selayar ini bisa menonton videonya di bawah ini: (rdy/wsw)

sumber: detik.com
Read more

Pilihan Destinasi Wisata Tak Biasa di Yogyakarta

Pada musim liburan, pusat kota Yogyakarta biasanya padat oleh wisatawan. Wisatawan memenuhi sepanjang Jalan Malioboro, Pasar Beringharjo, Taman Sari, Keraton Yogyakarta, dan obyek-obyek wisata di Kota Yogyakarta lain.

Bagi sejumlah wisatawan, suasana Kota Yogyakarta yang padat, membuat ingin berwisata ke obyek-obyek wisata lain. Namun, ke manakah obyek-obyek wisata menarik di sekitar Kota Yogyakarta yang bisa dikunjungi?

Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Udhi Sudiyanto mengatakan, provinsi DIY memiliki obyek-obyek wisata yang beragam tergantung minat wisatawan. Mulai dari wisata alam hingga budaya, semua dimiliki provinsi DIY.

"Di Kulon Progo itu banyak spot-spot yang bagus misalnya Kalibiru dan Kebun Teh Nglinggo. Di Gunung Kidul ada Gunung Api Nglanggeran dan banyak sekali pantai yang sangat bagus seperti Nglambor, Indrayanti," kata Sudiyanto saat dihubungi KompasTravel, Sabtu (10/9/2016).

Kalibiru merupakan area pertanian dan kehutanan yang sengaja dikelola oleh masyarakat secara mandiri. Obyek wisata Kalibiru merupakan salah satu contoh pengelolaan kawasan kehutanan berbasis pariwisata.

 

Gunung Nglanggeran adalah gunung api purba di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Wisatawan bisa mendaki untuk menikmati suasana saat matahari mulai terbit.

"Kalau di Sleman, itu bisa lava tour di kaki Gunung Merapi di Kaliurang. Untuk yang menantang, bisa ke Goa Jomblang yang merupakan goa vertikal dan mesti turun pakai satu tali. Ada juga Pantai Timang di Gunung Kidul," jelasnya.

Di Kaliurang, tersedia puluhan kendaraan jenis jeep yang akan membawa para wisatawan menyusuri beberapa area di lereng Gunung Merapi yang dulunya porak-poranda. Rute yang ditawarkan biasanya dimulai dari Desa Kaliurang sebelum sunrise dan menuju ke Bebeng, Desa Kali Adem untuk menunggu matahari terbit, batu wajah atau batu alien, ke tempat juru kunci Merapi yaitu Mbah Maridjan tewas, lalu ke Mini Museum Desa Petung.

Sementara, Pemilik Operator Wisata Jogja Geowisata, Widodo Nugroho menambahkan, pilihan desa-desa wisata di Yogyakarta juga bisa dikunjungi. Ia menyebutkan, wisatawan bisa menemukan aktivitas-aktivitas yang berbeda saat mengunjungi desa wisata.

"Kalau mau desa wisata, ada banyak aktivitas misalnya ingin bercocok tanam, menanam salak pondok, cara membuat gerabah keramik. Misalnya di Desa Wisata Kasongan di Bantul itu pusat keramik dan gerabah. Wisatawan bisa melihat pembuatan gerabah dan mencoba langsung. Juga bisa bawa pulang karyanya yang dibuat," ungkap Widodo saat dihubungi KompasTravel, Sabtu (10/9/2016).

Selain itu, wisatawan bisa datang ke Desa Wisata Krebet di Bantul dan Girimulyo di Kulon Progo. Ia menyebutkan, wisatawan bisa melihat pusat kerajinan topi di Desa Wisata Krebet.

"Pada dasarnya Yogyakarta dan sekitarnya menawarkan banyak pilihan wisata ada budaya, alam, petualangan. Ada juga kalau mau rafting di Sungai Elo di Magelang. Tergantung selera wisatawan," tutupnya.

sumber: kompas.com
Read more