Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

Thursday, August 10, 2017

Setelah Puas Selfie di Pantai Drini, Pantai Indrayanti Punya Senjanya Sendiri

Dari Pantai Krakal perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Drini. Jarak kedua pantai ini lebih kurang 10 menit dengan kendaraan bermotor. Pantai ini terletak di tengah kampung nelayan, sehingga tampak lebih ramai jika dibandingkan dengan kedua pantai sebelumnya.

Anda cukup membayar parkir Rp2000 saja dan sudah dapat menikmati pantai ini. Berbeda dengan kedua pantai sebelumnya, pasir Pantai Drini lebih halus dan jarak bibir pantainya lebih lebar. Sehingga sangat menyenangkan untuk bermain olah raga pantai seperti sepak bola, voli pantai, atau permainan lainnya.

Yang membuat pantai ini menjadi istimewa dan berbeda dengan pantai lainnya, karena di sini terdapat pulau kecil di bibir pantai yaitu Pulau Drini. Untuk menuju pulau ini, anda harus rela berbasah-basah menyeberang ke pulau walaupun air sedang surut. Jika pasang maka anda harus menaiki tali yang telah disediakan untuk menuju pulau ini.

[caption id="attachment_1708" align="aligncenter" width="640"] Pulau Drini yang melekat dengan Pantai Drini. Unik. (foto: indotravelgo)[/caption]

Pulau karang yang lumayan rimbun dan dipenuhi pepohonan ini, menjadi tempat yang asyik buat berfoto. Baik berlatar belakang pantai di kiri-kanannya atau berlatar lautan di depan serta kampung nelayan di belakangnya. Di sini juga disediakan spot-spot foto yang sangat menarik untuk ditampilkan di sosial media.

Di pantai ini disediakan pondok-pondok untuk tempat melepas lelah. Juga toilet dan kamar bilas untuk mereka yang selesai berenang di laut. Namun karena airnya yang dangkal menjorok panjang ke laut ketika surut, maka jarang yang berenang di pantai ini. Lebih banyak yang berjalan-jalan dan berfoto-foto menikmati keindahan pemandangan Pantai Drini.

Bukit karang pengapit Pantai Indrayanti


Setelah Pantai Drini ada Pantai Indrayanti. Pantai ini adalah pantai yang sangat terkenal dan paling ramai dibandingkan dengan semua pantai yang ada di Wonosari.

[caption id="attachment_1710" align="aligncenter" width="640"] Keramaian pengunjung di Pantai Indrayanti (foto: indotravelgo)[/caption]

Air lautnya yang biru yang langsung menghempas ke pasir putih, membuat Pantai Indrayanti menjadi pantai favorit untuk berenang.

Jika anda datang di hari sabtu atau minggu, maka semua bibir pantai akan dipenuhi oleh pengunjung yang menggelar tikar dibawah tenda-tenda yang disediakan. Pasir pantai ini sangat tebal dan dalam. Jika anda berjalan diatasnya, kaki anda akan tenggelam di dalamnya.

Pantai ini diapit oleh dua bukit karang yang dapat di daki. Keduanya mempunyai pemandangan yang sangat indah. Banyak spot menarik yang telah disediakan oleh pengelola di atas bukit ini. Sehingga jika musim liburan tiba, anda harus antre untuk mendapatkan spot foto yang terbaik.

[caption id="attachment_1711" align="aligncenter" width="640"] Sunset di Pantai Indrayanti (foto: indotravelgo)[/caption]

Jika anda berkunjung ke Pantai Indrayanti, tunggulah matahari tenggelam. Anda akan melihat keindahan sunset yang tidak akan anda dapatkan di pantai-pantai Wonosari lainnya.

Jadi tunggu apalagi? Siapkan diri anda untuk mengunjungi asrinya pantai-pantai tersembunyi di Wonosari.
Read more

Menyibak Surga Tersembunyi di Pantai Krakal

Setelah puas menikmati Pantai Baron, lanjutkan perjalanan anda ke Pantai Krakal. Perjalanan dari Pantai Baron dapat ditempuh sekitar 15 sampai 20 menit saja. Tentu tergantung kecepatan perjalanan anda.

Berbeda dengan Pantai Baron, Pantai Krakal mempunyai bentang yang panjang. Pasir putih menghampar sepanjang pantai layaknya pantai-pantai di Bali. Tidak hanya itu, Pantai Krakal mempunyai surga yang tersembunyi.

[caption id="attachment_1717" align="aligncenter" width="640"] Ombak memecah di Pantai Krakal (foto: indotravelgo)[/caption]

Berjalanlah ke sisi kanan sampai mentok ke ujung. Anda akan menemukan rimbunan pepohonan yang seakan dinding ujung pantai tersebut. Namun, sibaklah pepohonan tersebut dan ikuti jalan setapak yang ada. Dan taraaaa... Anda akan menemukan satu teluk cekungan landai berpasir putih membentuk setengah lingkaran diapit dua bukit yang dapat anda daki.

Berbeda dengan pantai di sebelahnya yang berombak cukup besar. Laut di teluk ini sangat tenang, ombak memecah lembut ke pantai. Jika anda ambil foto lurus dari tengah ke arah lautan, maka pantai ini akan tampak seperti pantai-pantai tersembunyi yang ada di kartu pos atau kalender.

Di pinggiran pantai terdapat beberapa pondok tempat istirahat dan juga satu warung berjualan makanan untuk melepas penat. Karena sepinya, pantai ini seperti milik pribadi. Pengunjung Pantai Krakal kebanyakan datang di pantai utama saja.

Menemukan spot foto ciamik


Setelah itu naiklah ke sisi bukit sebelah kiri. Di atas anda akan menemukan satu pondok di tengah rimbunan perbukitan dengan pemandangan yang menakjubkan. Jika anda cukup berani, ada dua karang yang menjorok ke tengah laut.

[caption id="attachment_1718" align="aligncenter" width="640"] Panorama Pantai Krakal dari udara. (foto: indotravelgo)[/caption]

Tempat ini menjadi tempat favorit untuk berfoto. Tapi berhati-hatilah dalam melangkah dan jangan melihat ke bawah serta terlalu pinggir. Karena karang-karangnya lumayan tajam dan salah-salah anda tercebur ke laut dan dimakan ombak yang suaranya saja membuat nyali menciut.

Dari ketinggian ini anda dapat melihat ke kiri mengukur panjangnya garis pantai dan melihat ke kanan ke teluk tersembunyi yang mempesona.

Untuk mencapai surga tersembunyi dan naik ke bukit ini, lebih bagus pada saat air laut surut. Karena kalau sedang pasang, air laut akan memisahkan kedua tempat ini dengan pantai utama. Anda harus naik tangga yang telah disediakan atau berbasah-basah untuk menuju tempat ini.
Read more

Wednesday, August 9, 2017

Ketika Singgah dan Mengagumi Asrinya Pantai Baron di Wonosari Gunung Kidul

Tak banyak yang tahu jika di Yogyakarta terdapat sejumlah pantai yang indah. Jika tidak percaya, datanglah ke Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya daerah Wonosari. Pantai yang pertama, Pantai Baron namanya.

Letak Wonosari tak terlalu jauh dari pusat Kota Yogyakarta. Perjalanan menuju ke sana bisa ditempuh sekitar 1,5 sampai 2 jam dengan kendaraan roda dua atau empat.

Jalanan yang dilalui terbilang mulus. Hijaunya pemandangan persawahan dan perkebunan di kiri dan kanan jalan akan menemani perjalanan anda ke destinasi wisata yang baru berkembang ini.

Jernihnya Sungai di Pantai Baron


Ketika  anda memasuki wilayah Kabupaten Gunung Kidul, maka anda akan disambut oleh gapura besar yang bertuliskan "Selamat Datang di Gunung Kidul". Tak jauh dari gapura tersebut bisa dijumpai penunjuk arah menuju beberapa tempat wisata.

[caption id="attachment_1704" align="aligncenter" width="640"] Perahu-perahu nelayan di Pantai Baron. (foto: indotravelgo)[/caption]

Tidak berapa lama kemudian anda akan tiba di Pantai Baron. Pantai ini tidaklah besar dan garis pantainya juga tidak terlalu panjang. Karena berada di teluk yang diapit dua tanjung karang yang menjorok ke laut.

Ketika sampai di bibir pantai, berjalanlah ke arah kanan. Anda akan dikejutkan dengan sungai yang lumayan besar berair sangat jernih berwarna hijau toska. Saking jernihnya,  kedalaman sungai ini tampak terlihat dengan jelas tanpa perlu berenang ke dalamnya.  Dan yang lebih mengagumkan lagi, air sungai yang sangat deras ini berasal dari celah batu-batu besar di sisi kanan bukit Pantai Baron.

Ada banyak atraksi yang dapat anda lakukan di Pantai Baron ini. Pilihan pertama, Anda dapat menyewa ban di tempat-tempat penyewaan yang banyak terdapat di sini. Kemudian bawalah ke sumber air di hulu sungai, setelah itu naik ke atasnya dan ban anda akan mengikuti aliran air sungai layaknya sungai buatan yang ada di water boom. Namun di sini langsung menuju ke laut.

Di sini Anda bisa mencoba tiga rasa air, yaitu air tawar di sungai, kemudian payau ketika air sungai bertemu air laut di muara dan setelah itu air asin ketika anda sampai ke laut. Tiga rasa air hanya di dalam satu area, sangat menyenangkan bukan. Namun harus berhati-hati karena ombak di sini cukup besar dan sisi-sisi karang di kiri-kanannya cukup tajam.

Anda bisa juga sekadar berenang di sungai yang teluknya dikelilingi oleh pemandangan yang hijau asri, berair dingin, dan menyegarkan. Setelah itu nyebur ke laut yang berair hangat.

Malas main air? Tak masalah


Kalau malas bermain air, cukup bermain pasir berwarna cokelat kekuningan yang diselingi warna-warna hitam dan perak dari bijih besi. Yang ketika terkena ombak tampak indah berkilau.

[caption id="attachment_1705" align="aligncenter" width="640"] Menara ini menjadi salah satu ikon Pantai Baron. (foto: indotravelgo)[/caption]

Di sela-sela bebatuan juga terdapat banyak bayi kepiting yang dapat dijaring dan dibuat rempeyek oleh penduduk di sekitar Pantai Baron. Setelah saya coba, rasanya tak kalah enak dengan rempeyek udang yang ada di restoran dan toko oleh-oleh.

Di sini juga disediakan spot-spot memancing dengan pemandangan yang indah, sehingga membuat betah berlama-lama. Atau sekadar duduk-duduk di kafe sambil ngopi, ngobrol bersama teman, berjemur di tempat-tenpat yang telah disediakan sambil membaca buku. Bisa juga sekadar berkumpul bersama keluarga di bawah payung-payung tenda yang tersedia di sepanjang pantai.

Dan tentu saja anda harus mengabadikan tempat ini dari banyak sisi, karena banyak sekali tempat foto yang sangat asyik dan instagramable.

Jika belum puas dan ingin melihat laut lepas dari ketinggian sejauh mata memandang. Berjalanlah ke sisi kiri. Ikuti tangga menuju bukit. Dan di atas sana ada tower pengawas yang bisa anda naiki. Namun harus berhati-hati karena tower ini sudah berumur dan tangganya tampak berkarat.

Sesampainya di atas, lelah anda terbayar lunas. Perpaduan warna biru laut dan putihnya buih  ombak yang memecah pantai, langit biru berselang seling dengan putihnya awan, serta hijaunya perbukitan dan kemilau pasir yang tertimpa sinar matahari. Saya jamin, mata Anda akan terpukau.
Read more

Saturday, August 5, 2017

Kampung Dolanan Pandes, Bakal Dekatkan Anak pada Mainan Tradisional

Kampung Dolanan Pandes cukup membikin penasaran untuk tujuan wisata. Saya kagum dengan geliat penduduk dusun yang banyak disiarkan di televisi itu. Beberapa dari mereka secara turun temurun membuat mainan tradisional anak, bahkan mempertahankannya.

Dorongan terbesar berasal dari keresahan saya pada mainan tradisional masa kanak-kanak yang tergusur oleh mainan modern. Saya ingin kedekatan anak pada nuansa masa, ketika anak-anak punya semangat karya membuat mainannya sendiri.

Menurut Putri Gita lewat Warga Jogja, Kampung Dolanan ini muncul dari inisiatif sejumlah warga di Dusun Pandes setelah tragedi Gempa Jogja 2006. Salah satu tujuannya adalah membantu pemulihan trauma anak-anak akibat gempa. Wargapun menghidupkan kembali Kampung Dolanan yang di masa lalu memang menjadi pusat pembuatan dolanan anak.

Ketika sampai di salah satu rumah, kami melihat banyaknya bentuk dolanan anak yang berada di teras. Di sana saya biarkan anak-anak bertanya dan menikmati bentuk-bentuk dolanan yang tersedia. Ada seorang Bapak keturunan Mbah Atemo yang sedang melakukan pewarnaan sederhana pada wayang kertas buatannya.  Ah, ada angkrek, wayang, dan payung kertas yang masing-masing hanya seharga dua ribu lima ratus rupiah.

[caption id="attachment_1547" align="aligncenter" width="477"] Dolanan anak; kepat dan wayang yang terbuat dari bambu dan kertas dengan pewarna sederhana. (foto:Sandra Palupi)[/caption]

Berdasar keterangan dari kediaman Mbah Atemo, kami menuju ke rumah Mbah Joyo. Beliau sudah sepuh tetapi produktif dalam karya. Di rumah sederhananya, anak-anak sangat girang melihat keunikan kitiran warna-warni, othok-othok, kandangan, klontongan, juga kipat kertas. Betapa hebat hasil kriya simbah-simbah yang usianya sudah lebih dari 80 tahun ini.

[caption id="attachment_1548" align="aligncenter" width="406"] Menatap hasil karya Mbah Joyo, Simbah yang usianya lebih dari 80 tahun ini. (foto: Sandra Palupi)[/caption]

Oh ya, anak-anak muda yang hilir mudik sambil membawa kamera dan video rekam nampaknya pemandangan biasa bagi penduduk Dusun Pandes. Banyak mahasiswa yang melakukan penelitian, juga wartawan yang meliput Kampung Dolanan yang unik ini.

Bimo, salah satu pengelola dari Komunitas Pojok Budaya, bicara dalam Atmajaya News; visi dari komunitas ini adalah ingin membantu dalam perwujudan masyarakat yang mandiri, berbudaya, religius, dan peduli lingkungan sekitar. Ada juga kegiatan Kelompok Bermain Among Siwi, pelestarian budaya, dan paket outbond untuk para pengunjung.

Pak Wahyudi, perintis Kampung Dolanan Anak ini mengungkapkan bahwa nilai edukasi dalam sebuah permainan ini ada yang disebut multiple intelligent  atau kecerdasan majemuk, yang terdiri atas kecerdasan irama, kinestetis dan rasa, atau dalam Bahasa Jawanya wiromo, wiroso dan wirogo.

Nah, apakah anda ragu berkunjung? Anak-anak Anda pastinya membutuhkan inspirasi ini.
Read more

Thursday, May 11, 2017

Yogyakarta Targetkan 21 Juta Wisatawan di 2017

Yogyakarta sudah tersohor sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia. Wisata budaya dan alamnya telah dekenaal. Tetapi nampaknya, Yogyakarta masih ingin mengundang wisatawan lebih banyak.

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan pergerakan wisatawan ke destinasi-destinasi di wilayah DIY atau lima kabupaten/kota akan mencapai 21 juta selama 2017 ini.

“Target pergerakan wisatawan kita memang 21 juta orang untuk tahun ini,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta di Kabupaten Bantul, DIY, Kamis, 11 Mei 2017 seperti dikutip dari infonawacita.com.

Dijelaskan Aris, yang dimaksud pergerakan wisatawan adalah mereka yang berkunjung ke beberapa destinasi wisata misalnya Pantai Parangtritis Bantul, Candi Prambanan Sleman dan objek wisata lain.

Ditambahkannya, dari empat kabupaten dan satu kota di DIY yang paling dominan dikunjungi wisatawan adalah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Gunung Kidul, karena punya objek wisata beragam.

“Selain aksesibilitas mudah, objek wisata juga beragam. Kecenderungan wisatawan domestik ke sana,” jelas Aris.

Aris menyebut, selain pantai di wilayah Gunung Kidul yang bersih dan berpasir putih, di kabupaten itu terdapat pemandangan bentang alam termasuk gua-gua dan sungai bawah tanah. Selain itu juga ada Gunung Sewu.

“Kalau itu nanti dunia sudah tahu di situ ada Geopark Gunung Sewu yang sudah diakui UNESCO pasti magnetnya jadi lebih kuat lagi,” imbuhnya.

Promosi dan kebersihan kawasan wisata


Sementara itu, menurut dia, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata perlu dilakukan upaya promosi terus menerus, namun yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan kawasan wisata.

“Terkait kebersihan ini sesuatu yang sangat dan harus disadari terutama para pengelola destinasi, karena wisatawan ketika berkunjung yang pertama dilihat adalah kenyamanannya yang dikaitkan dengan kebersihan,” katanya.

Rasanya, Anda perlu mempersiapkan di ke Yogyakarta. Anak-anak sebentar lagi libur panjang antartahun ajaran. Atau, Anda ingin liburan di akhir tahun? Yogya...! (yi)

sumber: infonawacita.com
Read more