Jika Anda berada di Maumere, jangan lupa untuk melongok Bukit Nilo yang begitu terkenal itu. Di Bukit Nilo, bagi Anda pemeluk agama Katolik dapat sekaligus berziarah di kawasan Patung Maria Bunda Segala Bangsa.
Tempatnya akan membuat Anda terpana, karena terletak di atas bukit. Dimana Anda dapat menengok sisi timur samudera yang luas membiru dan hamparan Kota Maumere yang begitu eksotis. Jarak dari Kota Maumere pun tidak begitu jauh, kurang lebih sekitar 45 menit atau 15 kilometer. Bukit Nilo terletak di sekitar Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, yang membentang di atas Kota Maumere.
Sebagai wisata ziarah, Bukit Nilo menghadirkan suasana meditatif yang nyaman. Mbak Agnes Bemoe dalam kompasiana.com pernah menuturkan pengalamannya berziarah di Bukit Noli ini.
[caption id="attachment_1617" align="aligncenter" width="800"]
Patung Maria Bunda Segala Bangsa di Bukit Noli, Maumere. (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]
Baginya, berziarah ke patung Maria Bunda Segala Bangsa, sungguh memberikan perasaan lain. Perasaan aman, damai, dan tenang. Ia merasa melihat Bunda Maria yang begitu besar, namun anggun dan teduh. Patung Bunda Maria begitu agung berdiri di atas sebuah bukit hijau nan asri. Bila kita menatap wajahnya, wajahnya seolah-olah bercahaya di bawah kilau sinar matahari. Langit biru dan awan putih seolah-olah dekat dan sesekali sekawanan burung terbang melintasi dan memencar di sekitar.
Maka, luangkan waktu ketika Anda mengunjungi Maumere, bersinggahlah di Patung Bunda Maria Segala Bangsa. Diperkirakan patung yang tegar berdiri di bukit Noli ini, terbuat dari perunggu dan memiliki ketinggian kurang lebih 28 meter. Tempat peziarahan Bukit Noli ini dibangun oleh Tarekat Pasionis bekerja sama dengan umat Katolik di Maumere.
Read more
Tempatnya akan membuat Anda terpana, karena terletak di atas bukit. Dimana Anda dapat menengok sisi timur samudera yang luas membiru dan hamparan Kota Maumere yang begitu eksotis. Jarak dari Kota Maumere pun tidak begitu jauh, kurang lebih sekitar 45 menit atau 15 kilometer. Bukit Nilo terletak di sekitar Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, yang membentang di atas Kota Maumere.
Suasana meditatif
Sebagai wisata ziarah, Bukit Nilo menghadirkan suasana meditatif yang nyaman. Mbak Agnes Bemoe dalam kompasiana.com pernah menuturkan pengalamannya berziarah di Bukit Noli ini.
[caption id="attachment_1617" align="aligncenter" width="800"]
Baginya, berziarah ke patung Maria Bunda Segala Bangsa, sungguh memberikan perasaan lain. Perasaan aman, damai, dan tenang. Ia merasa melihat Bunda Maria yang begitu besar, namun anggun dan teduh. Patung Bunda Maria begitu agung berdiri di atas sebuah bukit hijau nan asri. Bila kita menatap wajahnya, wajahnya seolah-olah bercahaya di bawah kilau sinar matahari. Langit biru dan awan putih seolah-olah dekat dan sesekali sekawanan burung terbang melintasi dan memencar di sekitar.
Maka, luangkan waktu ketika Anda mengunjungi Maumere, bersinggahlah di Patung Bunda Maria Segala Bangsa. Diperkirakan patung yang tegar berdiri di bukit Noli ini, terbuat dari perunggu dan memiliki ketinggian kurang lebih 28 meter. Tempat peziarahan Bukit Noli ini dibangun oleh Tarekat Pasionis bekerja sama dengan umat Katolik di Maumere.
Sumber foto: viralnova.com
Sumber foto: viralnova.com
Dikompleks Makam Syeikhona Cholil juga terdapat salah satu masjid yang pernah meraih penghargaan sebagai masjid terindah nomer 2 se-Jawa Timur yaitu masjid Mubarok Murtajasah Bangkalan, selain dapat menikmati keindahan masjidnya, anda juga bisa membeli berbagai jenis oleh0oleh khas kota Bangkalan.
Makam Ratu Ebu merupakan sebuah komplek pemakaman para ulama-ulama besar yang pernah memimpin kerajaan pada jaman dahulu diantaranya yaitu makam Ibu Raja Sampang R. Praseno yang memerintah pada tahun 1624 M.
Wisata religi Batu Ampar ini banyak dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerha untuk berziarah di makam para tokoh penyebar agama Islam di Kabupaten Pamekasan. Dikawasan wisata ini terdapat beberapa pedagang yang menjajahkan dagangannya yaitu oleh-oleh khas madura seperti Petis Madura, Aneka Krupuk dan Kripik, Terasi.
Makam Asta Tinggi ini sangat begitu dikramatkan, bahkan anak turun Raja-Raja Sumenep masih harus nyekar ketempat ini dahulu sebelum berkunjung ke Kraton Sumenep. Pengunjung diwajibkan melepas alas kaki pada waktu mau masuk ke Makam Asta Tinggi ini. Setiap harinya kompleks pemakaman ini tidak pernah sepi dari pengunjung, apalagi pada waktu hari-hari besar Agama Islam, anda harus rela berdesak-desakan demi masuk ke area pemakaman ini.