Showing posts with label Semarang. Show all posts
Showing posts with label Semarang. Show all posts

Tuesday, August 8, 2017

Grojogan Klenting Kuning , Penghilang Penat dan Pening

Ingat Klenting Kuning, ingat Ande-Ande Lumut. Ya, kisah turun temurun yang melegenda itu. Namun sebuah grojogan di Desa Kemawi Kecamatan Sumowono Bantir ini, nama Klenting Kuning dipilih karena di sana terdapat air terjun dengan dinding berwarna kuning dengan air yang jernih.

Juga menurut studentofbutterfly.blogspot.co.id, salah satu versi penamaan Klenting Kuning adalah karena air yang keluar mirip klenthing (semacam pancuran kecil) dan airnya terlihat berwarna kuning. Sebetulnya warna kuning air ini akibat dari refleksi warna tebing grojogan yang juga kekuningan itu.

[caption id="attachment_1631" align="aligncenter" width="625"] Panorama pemandangan di dalam Grojogan Kleting Kuning. (fFoto Instagram @rikko_official)[/caption]

Curug atau grojogan ini memiliki tekstur tebing berbatuan dengan warna kekuningan. Sumber air yang mengalir, dingin dan jernih, langsung dari Gunung Ungaran, dengan kandungan belerang yang tinggi. Ada dua air terjun dengan tebing berwarna kuning di sini, air terjun besar dan air terjun kecil. Semua nampak elok bersanding dengan hutan pinus lebat di sekeliling.

Dilansir Solopos.com, Grojogan Klenting Kuning memang merupakan air terjun yang tak terlalu tinggi. Namun dengan perpaduan warna tebing yang kuning, air berwarna hijau, dan tumbuhan dan bunga-bunga sekitar yang indah, menjadikan tempat ini memiliki pesona yang unik dan tersendiri.

Terdapat semacam gubug-gubug kecil yang menyebar di seluruh lokasi. Dari sudut manapun, akan selalu nampak pemandangan indah dan menyegarkan. Saya merasa seperti berada di sebuah taman rahasia di dasar jurang, dikelilingi hutan yang amat misterius. Sensasinya sungguh menakjubkan.

[caption id="attachment_1632" align="alignnone" width="1296"] Berfoto bersama bunga-bunga unik nan elok. (foto: Firman Setyawan)[/caption]

Untuk menuju ke lokasi ini, dari Semarang atau Salatiga, Anda bisa berbelok ke Bandungan, mengikuti jalan menuju Candi Gedong Songo, terus lanjut ke Terminal Sumowono. Terus ikuti jalan arah Boja menuju ke Bantir, Desa Kemawi, di sebelah kanan jalan, Anda akan melihat papan penunjuk arah menuju Grojogan Klenting Kuning.

Jalanan berkelak-kelok dan naik turun, namun asyik. Maklum, letaknya saja di lereng gunung. Saya sendiri, yang pada waktu itu sedang ditugaskan di Bantir, bersedia diajak beberapa kawan untuk sejenak rehat, menuju Grojogan Klenting Kuning dengan memakai kendaraan mobil pick up. Dingin cuaca dan segarnya udara membuat perjalanan makin menyenangkan.

Tempat ini masihlah sepi sunyi. Pengelolaan belum sepenuhnya lengkap sehingga masih nampak sederhana. Mampirlah, Anda hanya perlu membayar tiket murah untuk pemandangan menakjubkan ini. Percayalah, ini spot yang oke juga untuk berfoto mengabadikan kenangan.

Grojogan Klenthing Kuning, sungguh bisa menjadi penghilang penat dan pening. Gunakan intuisi petualangan terbaik Anda, hingga hasrat berwisata Anda ke tempat ini terpenuhi.
Read more

Sunday, August 6, 2017

Klenteng Sam Po Kong Semarang; Merah, Megah, Sarat Sejarah

Lengkapnya, Klenteng Gedung Batu Sam Po Kong. Sebuah petilasan, bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam; Zheng He/Cheng Ho. Tulisan berbunyi, “Marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur’an” merupakan temuan yang membuktikan bahwa dahulunya tempat ini adalah sebuah petilasan berciri keislaman.

Menurut Wikipedia, Laksamana Zheng He sedang berlayar melewati laut jawa, dan ketika melintasinya, banyak awak kapal jatuh sakit, kemudian diperintahkannya untuk membuang sauh. Merapat ke pantai utara Semarang dan berlindung di sebuah gua batu besar (kini disebut Gedung Batu), lalu mendirikan masjid Megah. Masjid dengan arsitektur ala bangunan Cina yang didominasi warna merah ini, kemudian lambat laun berubah fungsi menjadi Klenteng.

Setelah Cheng Ho pergi untuk melanjutkan pelayarannya, banyak awak kapal yang tinggal dan kawin dengan penduduk setempat. Sekarang tempat ini dijadikan tempat bersembahyang dan berziarah. Di dalam gua batu diletakkan sebuah altar serta patung-patung Sam Po Tay Djien. Memang, Laksamana Cheng Ho adalah seorang muslim, namun oleh mereka dianggap dewa. Bisa dimaklumi mengingat agama Kong Hu Cu atau Tau menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan.

[caption id="attachment_1577" align="aligncenter" width="484"] Anak-anak mendapatkan tempat leluasa untuk bermain dan belajar. (foto: Sandra Palupi)[/caption]

Anda bisa masuk dengan membayar tiket dan mengambil beberapa gambar. Untuk keperluan ini, pengelola telah memberikan tanda bagi tempat-tempat berfoto yang instagramable. Namun perlu diingat, tak semua tempat bebas dikunjungi. Anda harus tetap menghormati umat yang berada di dalam Klenteng untuk berdoa.

Dengan menyewa, anda bisa berfoto mengenakan pakaian Cina yang khas. Ada berbagai bentuk, warna, dan ukuran, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Ada juga jasa foto yang sudah disediakan pengelola di sana.

Menurut Seputar Semarang.com, sejak renovasi besar-besaran, Klenteng Sam Po Kong menarik perhatian lebih banyak orang  untuk berkunjung. Di halaman luas depan klenteng, terdapat sejumlah patung termasuk patung Laksamana Cheng Ho. Di sinilah atraksi-atraksi kesenian berupa tari-tarian, barongsai, atau bentuk kesenian lain digelar untuk memperingati hari-hari bersejarah yang berhubungan dengan Cheng Ho atau budaya Cina.

[caption id="attachment_1578" align="alignnone" width="1504"] Salah satu sudut Klenteng Sam Po Kong yang cantik. (foto: Kagum Hotels)[/caption]

Pada Tahun Baru Imlek, pengelola Klenteng Sam Po Kong biasanya menjadwalkan serangkaian acara hiburan yang unik. Mereka mengundang Reog Ponorogo, Barongsai, Liong Samsi, panggung musik, modern dance, magician, bahkan festival kostum robot. Juga ada arak-arakan keliling Kota Semarang, prosesi budaya sebagai peringatan untuk menyambut kedatangan Laksamana Cheng Ho. Sungguh semarak.

Bila anda ke Semarang, jadikanlah Klenteng Sam Poo Kong Semarang yang  merah, megah, dan sarat sejarah ini, sebagai tempat destinasi Anda.

 
Read more

Thursday, August 3, 2017

Kunjung ke Kampung Batik Semarang, Yuk!

Banyak alternatif menikmati perjalanan unik di Semarang. Bila Anda menginginkan tempat-tempat sederhana dengan kekayaan yang tersembunyi, Anda bisa merasakan sensasi pusat-pusat kekuasaan kuno Semarang yang berupa kampung-kampung.

Kini, kampung-kampung tradisional tersebut telah mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Meski ada pula yang terpaksa punah berganti bangunan hotel dan mal megah, namun semoga ketertarikan Anda mendatangi beberapa kampung yang tersisa di Semarang, bisa membawa perubahan baru bagi kebijakan Pemerintah Kota Semarang.

[caption id="attachment_1504" align="aligncenter" width="669"] Kampung Batik Semarang (foto: Ezy.blog)[/caption]

Salah satu kampung yang bisa menjadi inspirasi perjalanan anda yaitu Kampung Batik Semarang.

Lokasi Kampung Batik terletak di kawasan Bubakan. Tak jauh dari Gereja Blenduk, Kota Lama. Anda bisa memutar dan menuju bundaran Bubakan. Di sana ada gapura bertuliskan Kampung Batik Semarang.

Di Kampung Batik Tengah, para warga bergotong royong membuat mural mengenai sejarah berdirinya Kota Semarang, memudahkan Anda untuk memahami sejarah secara singkat. Lukisan merekapun cukup Instagramable untuk diabadikan sebagai kenangan.

Tak hanya itu, beberapa warga adalah pengrajin batik sekaligus menjual hasil kerajinan mereka. Batik Semarang pada umumnya berwarna dasar oranye kemerahan karena pengaruh Cina dan Eropa. Motif dasar batik Semarang lebih banyak menonjolkan motif fauna daripada flora, semisal kupu-kupu, jago, merak, cendrawasih, burung phoenix, dan sebagainya.

[caption id="attachment_1505" align="aligncenter" width="800"] Beberapa corak batik Semarangan. (foto:Samuel Yunus)[/caption]

Ya, Anda dapat sekadar melihat-lihat, atau bahkan membeli batik bercorak Semarangan yang khas itu. Inspirasinya diambil dari ikon-ikon kota Semarang. Corak Tugu Muda, Lawang Sewu, Burung Kuntul, Masjid Layur, Asem Arang, dan lain-lain amat menarik untuk Anda koleksi. Anda dapat membeli hasil kerajinan warga dalam bentuk kain, pakaian, tas, sepatu, dan sebagainya untuk oleh-oleh orang-orang terdekat anda.

Anda bisa juga lho, mengetahui proses pembuatan bahkan ikut terlibat di dalamnya. Belajar rumitnya membuat batik, mulai membuat pola, mencanting, mewarnai hingga proses pencucian malam (dalam Bahasa jawa disebut Ngelorot), pas bagi Anda yang berjiwa seni dan menyukai dunia kerajinan tangan. Nah, Anda akan pahami mengapa selembar batik tulis bisa dihargai hingga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

Siapkan waktu kunjung Anda. Meski Semarang bercuaca cukup panas, warga di sana akan menyambut Anda dengan kesejukannya, dan memberi bantuan informasi yang Anda perlukan. Yuk!
Read more

Kampung Pelangi Semarang Akan Dipercantik, Nih...

Pemerintah Kota Semarang menyiapkan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk semakin mempercantik kawasan Kampung Pelangi Semarang yang menyatu dengan Pasar Kembang Kalisari.

"Tahun ini, kami anggarkan Rp16 miliar untuk menata drainase, sungai dibikin rapi, jalur pedestrian, 'foodcourt' hingga lahan parkir," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Kamis, 18 Mei 2017 lalu.

Nantinya, Kampung Pelangi yang dulu dikenal dengan perkampungan Gunung Brintik itu akan terlihat menyatu dengan Pasar Kembang Kalisari dengan pembangunan berbagai fasilitas pendukung.

Setelah mulai dicat April 2017, pemandangan perkampungan Gunung Brintik sekarang terlihat berbeda dengan berwarna-warninya rumah-rumah penduduk yang berada di lahan yang berkontur perbukitan tersebut.

Ternyata, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, upaya Pemkot Semarang untuk mempercantik kawasan itu mendapatkan perhatian dari masyarakat luar negeri yang mengekspose di laman informasinya.

"Setahu saya, ada dailymail.com, lonelyplanet.com dan lainnya. Dari Jerman, Ruptly TV juga melakukan liputan langsung ke Kampung Pelangi, tadi pagi," kata orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Oleh karena itu, ia semakin optimistis Kampung Pelangi akan menjadi ikon baru Kota Semarang yang bisa mendongkrak kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri untuk berwisata ke Kota Atlas.

Setelah tahap pertama pengecatan, dilanjutkan pengecatan tahap kedua, sebab saat ini baru sebagian rumah yang dicat dari total keseluruhan sebanyak 325 rumah di perkampungan Gunung Brintik.

Industri kreatif


Dengan semakin dikenalnya Kampung Pelangi dan banyak wisatawan berkunjung, ia berharap ikut mendongkrak perekonomian warga sekitar yang bisa mengembangkan industri kreatif, seperti suvenir.

"Tentunya, kami berharap akan ada kegiatan untuk perbaikan perekonomian warga sekitar, seperti pembuatan suvenir, gantungan kunci, kaos, stiker dan sebagainya. Ini bisa menumbuhkan perekonomian," katanya.

Untuk semakin membuat wisatawan nyaman, Hendi mengakui perlu pembenahan sejumlah fasilitas pendukung, seperti toilet umum yang bersih, serta penjualan makanan dan minuman untuk wisatawan yang datang.

"Makanya, saya dorong agar bisa dibentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang mengelola fasilitas-fasilitas, seperti toliet, penjualan makanan dan minuman dan sebagainya," pungkasnya.

Sumber: Antara
Read more