Showing posts with label Banyuwangi. Show all posts
Showing posts with label Banyuwangi. Show all posts

Wednesday, August 9, 2017

Gelaran Perdana, Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia di Banyuwangi

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) ingin mengenalkan wisata dengan minat khusus ke level yang lebih tinggi. Upaya itu dilakukan melalui Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia. Banyuwangi dipilih sebagai tempat pelaksaan festival perdana ini.

Pemilihan KemenLHK tersebut karena Banyuwangi jadi salah satu target destinasi minat khusus dan destinasi MICE (Meetings, Inventions, Conferences, dan Exhibitions) baru. Informasi tersebut disampaikan dalam akun facebook resmi KemenLHK, Selasa (8/8).

KemenLHK ingin menyuguhkan potret Indonesia yang kaya akan potensi alam yang luar biasa. Potensi tersebut seperti garis pantai yang panjang, gunung yang banyak, bahkan budaya dan kekayaan kuliner yang berpotensi serta dikembangkan menjadi wisata minat khusus.

Salah satu target wisata minat khusus, adalah wisata bahari. Dimana Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga fokus mengembangkan potensi laut di kawasan Sulawesi Utara, NTB, NTT, Jawa Timur dan Papua Barat.

Festival ini dilaksanakan dengan tujuan mendukung rencana strategis pemerintah untuk mendatangkan 275 juta wisatawan nusantara dan 20 juta wisatawan mancanegara selama 2015-2019.

Kesempatan bagi pelaku usaha lokal


Festival juga memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha perjalanan wisata minat khusus. Mereka adalah para pengembang pariwisata bidang perhotelan dan stakeholder lainnya untuk bertemu dengan pengelola Taman Nasional dan Taman Wisata alam. Kehadiran mereka diharapkan mengembangkan investasi di wilayah sekitar taman nasional, sambil aktif melakukan gerakan konservasi.

Pertemuan investor dan pengelola Taman Nasional (seller meet buyer), ini akan dilaksanakan di Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia 2017, yang berlokasi di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

KemenLHK mengundang para pelaku usaha bidang wisata untuk ikut dalam diskusi ini, dan menemukan peluang usaha baru, dan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan. (RA/yi)

Sumber: Infonawacita.com
Read more

Wednesday, May 10, 2017

Banyuwangi Punya Satu Acara Wisata Lagi: Festival Bambu

Banyuwangi tak berhenti menggelar acara-acara budaya dan wisata. Kali ini, bersiaplah Anda untuk menyaksikan Festival Bambu, 11-13 Mei 2017.

Seperti dilansir dari Antara, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menggelar Festival Bambu. Tujuan festival ini tentu saja untuk mengangkat potensi desa yang telah menghasilkan berbagai karya dari bahan dasar bambu. Nama desa itu Desa Gintangan.

"Festival ini akan menampilkan beragam jenis ornamen dan atraksi berbasis bambu yang bakal digelar di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada awak media di Banyuwangi, Rabu, 10 Mei 2017.

Desa Gintangan merupakan sentra kerajinan bambu di Banyuwangi. Desa tersebut berada 20 kilometer arah selatan pusat Kota Banyuwangi. Sehingga, upaya pemerintah setempat untuk mengangkat potensi daerah tentu saja perlu diapresiasi.

Di tangan warga desa, bambu produksi Banyuwangi ini dikreasikan menjadi beragam karya yang menarik. Bukan hanya menjadi kerajinan, bahkan mereka pun mendesain dan menjadikan bambu ini sebagai atraksi seni.

Sejak 1980-an, kata dia, Desa Gintangan sudah memasok kerajinan bambu untuk kebutuhan nasional. Bahkan, hasil olahan warga desa itu sudah diekspor ke sejumlah negara, seperti Jepang, Brunei Darussalam, dan Thailand.

Menurut Anas, sadar akan potensi yang dimilikinya, warga desa pun menelurkan ide membuat Festival Bambu. Festival ini tidak hanya diisi dengan bazar yang menampilkan beraneka kerajinan bambu, namun juga ada parade busana dengan bahan bambu.

"Kreativitas mereka keren, luar biasa. Ini tidak hanya mendukung perekonomian daerah lewat kerajinan bambunya, tapi juga bersemangat memunculkan ide-ide kreatif dengan mengemas potensi desa lewat ajang menarik semacam ini. Sangat menginspirasi," tuturnya.
Bukan sekadar festival

Bagi Anas, ajang festival bukan sekadar festival biasa, namun menjadi ajang konsolidasi yang baik bagi warga. Untuk menyukseskan penyelenggaraannya, warga secara bergotong-royong dan suka rela mengerjakan semua persiapannya.

"Semangat gotong royong seperti ini yang akan menjadikan kita menjadi besar. Spirit ini yang harus ditularkan dan terus kita lestarikan jika ingin Banyuwangi semakin maju. Metode festival bukan hanya soal promosi daerah, tapi bagian dari konsolidasi modal sosial, warga bersama-sama menyukseskan, dan ini hal yang tidak ternilai," kata Anas.

Kepala Desa Gintangan Rusdianah mengatakan Festival Bambu menampilkan beragam acara, mulai pameran beragam produk bambu, kesenian berbasis bambu, karnaval busana berbahan bambu, hingga seni Barong.

Festival Bambu ini akan diikuti 20 kelompok usaha mikro yang bergerak di bidang kerajinan bambu. Beragam produk unggulan desa kami akan dipamerkan, seperti tempat buah, tudung saji, tempat kue, parcel buah, songkok, kursi, gazebo, dan sebagainya.

Bagaimana pika Anda terrario untuk membeli? Jangan khawatir, Anda bisa langsung bertransaksi di sana. Salut untuk Desa Gintangan, Banyuwangi. (ji)

sumber: antara
Read more